Teknopreneur.com – Jika melihat pernyataan Presiden RI Jokowi, ada 18 subsektor ekonomi kreatif yang dinilai potensial untuk menyokong ekonomi Indonesia ke depannya. Artinya, akan ada badan sendiri yang bertanggung jawab langsung ke presiden soal ekonomi kreatif. Namun, pasca tidak digabungkannya Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, menjadikan tanda tanya besar bagi sebagian orang yang berkecimpung di dunia ekonomi kreatif.

Melihat hal itu, akhirnya Menteri Pariwisata Arief Yahya baru-baru ini memberikan bocoran informasi terkait pembentukan badan yang lepas dari Kementerian Pariwisata itu. Dikatakan Arief, nantinya Badan Ekonomi Kreatif akan berdiri tahun depan sekitar bulan Mei 2015.

“Rencannya dibentuk dalam enam bulan,” paparnya seperti yang dikutip Bisnis.com. Dirinya beralasan bahwa waktu yang terbilang agak lama ini dikarenakan harus menyesuaikan sumber daya manusia yang awalnya tergabung dalam Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Adapun, sepanjang tahun lalu, ekonomi kreatif memberikan kontribusi rata-rata 7,13% terhadap produk domestik bruto (PDB) selama periode 2010-2014. Pada 2010 sumbangan ekonomi kreatif terhadap PDB tercatat sebesar Rp473 triliun dan pada 2013 jumlahnya meningkat mencapai Rp641 triliun. Selain itu, penyerapan tenaga kerja pun cukup tinggi dari sektor ini, mencapai kisaran angka 11 juta hingga 12 juta jiwa atau sekitar 10% dari total angkatan kerja di Indonesia.