Teknopreneur.com – Hasil riset Business Software Alliance (BSA) bekerja sama dengan firma riset  International Data Corporation (IDC) dan Ipsos Public Affair mencatat  bahwa laju pembajakan di negara ini mencapai US$ 1,46 miliar atau sekitar Rp 12,8 triliun dengan tingkat pembajakan sebesar 86%. Artinya dari 100 komputer, ada 86 komputer yang menggunakan sofware bajakan. Dari 106 negara, Indonesia masuk dalam 20 negara di dunia dengan nilai komersial pembajakan software tertinggi. 

Sedangkan menurut laporan Akamai di tahun 2013 Indonesia telah melewati Cina sebagai negara pembajak nomor satu di dunia. 38% pembajak di dunia berasal dari negara kita. Software yang dibajak kebanyakan software bisnis. Kedua software software antivirus karena harganya murah dan mudah didapat dan yang tak pernah dibajak software games  karena industri games di Indonesia memang sedang tumbuh dengan pesat.

Rata-rata dari mereka hanya sekedar iseng atau hanya mengambil 1% uang dari rekening yang dibobol namun itu berakibat pada mental mereka. ” Pembajak merupakan orang yang memiliki kemampuan yang tinggi dalam IT namun sayang tak pada tempatnya. Seharusnya pemerintah memperhatikan pembajak-pembajak tersebut. Jika mereka dibina mereka pasti jauh lebih hebat dibandingkan para pelaku software luar, ujar  Romi Romi CEO PT Brainmatics Cipta. (FJ)