Teknopreneur.com – Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara memberikan gambaran mengenai rencananya, dalam menghadirkan akses internet cepat di Indonesia. Ia pun menyatakan,“Dalam lima tahun ke depan, pembangunan pita lebar nasional direncanakan dapat memberi akses tetap di wilayah perkotaan ke 70% rumah tangga mencapai dan 30% populasi dengan kecepatan bakal mencapai 20 Mbps, serta akses seluler ke seluruh populasi 1 Mbps.”

Ia menambahkan, untuk wilayah pedesaan, akses broadband ini diharapkan akan menjangkau 49% rumah tangga dan 6% populasi dengan kecepatan akses hingga 10 Mbps, serta akses seluler ke 52% populasi mencapai 1 Mbps.

“Program Broadband Plan ini membutuhkan biaya Rp 278 triliun dan mulai kita jalankan di kuartal pertama 2015,”ujar Rudi. Hal tersebut, seperti yang telah dilansir dari laman resmi Kemkominfo, Rabu (19/11).

Kemudian ia juga menyatakan, biaya untuk membangun akses broadband itu akan dihitung kembali, berapa dana yang dari APBN, berapa yang dari operator untuk memastikan rencana ini berjalan. “Saya juga sudah bertemu dengan sejumlah operator untuk mencari tahu masalahnya dimana,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Masyrakat Telematika Indonesia (Mastel), Setyanto P Santosa menyatakan, “Memang dana program Broadband Plan sama seperti apa yang sudah disampaikan oleh Menkominfo.”

Akan tetapi, ia sedikit menyangkal soal pembagian daerah yang akan dibangun jaringan pita lebar, karena masih dalam pembagian dan belum ditetapkan daerah mana yang harus diprioritaskan, apakah itu perkotaan, pedesaan, atau daerah pinggir kota. (FJ)

Reporter: Agung