Teknopreneur.com – Menurut data dari Bank Dunia, jumlah sampah padat di kota-kota dunia akan terus naik sebesar 70% mulai dari tahun 2012 hingga tahun 2025, dari 1,3 miliar ton per tahun menjadi 2,2 miliar ton per tahun. Dan kenaikan ini akan terjadi di kota-kota di negara berkembang.

Para penyusun laporan ini menyatakan, pertambahan jumlah sampah terjadi seiring dengan naiknya standar hidup dan populasi di perkotaan. Keterkaitan langsung dengan jumlah penduduk inilah yang menyebabkan prediksi pertumbuhan sampah perkotaan terbesar akan terjadi di Cina yang mengambil alih posisi Amerika Serikat sebagai penghasil sampah terbesar di dunia pada 2004. Jumlah sampah padat perkotaan di negara-negara Asia Timur, Eropa Tengah dan Timur Tengah juga terus meningkat.

Sementara di Indonesia sendiri menurut Asisten Deputi Bidang Pengelolaan Sampah MenLH, Sudirman, “Sampah di Indonesia semakin tahun semakin meningkat. Sampah organik 57% dan anorganik 43%. Dari 43% sampah anorganik 70% adalah sampah plastik. “Sebenarnya tidak sulit untuk mengelola sampah, yang sulit adalah komitmennya,”tutur Sudirman. Seperti sampah plastik bisa diubah menjadi bahan bakar. Atau limbah elektronik bisa diubah menjadi emas.

Peningkatan sampah di Indonesia ini memang memiliki beberapa latar belakang. Menurut pakar lingkungan dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof. Enri Damanhuri, ini disebabkan antara lain oleh banyak hal, mulai peningkatan jumlah penduduk, peningkatan jumlah dan variasi konsumsi sehingga meningkatkan sampah yang dihasilkan perorang atau per-unit kegiatan meningkat,  “Keterbatasan pemerintah kota menangani sampah sehingga tumpukan sampah terlihat tambah banyak sampai keengganan masyarakat atau penghasil sampah lainnya untuk mendaur-ulang,” jelas Enri.

Itu baru dari sampah kota, belum termasuk limbah industri dan jenis sampah atau limbah lainnya. Menurut Deputi IV Menteri Lingkungan Hidup Bidang Pengelolaan B3, Limbah B3, dan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup, Dra. Masnellyarti Hilman,M.Sc, industri di Indonesia adalah penyumbang limbah B3 terbesar ketimbang rumah tangga. Daerah-daerah penghasil limbahB3 terbesar adalah daerah yang didominasi oleh industri, seperti industri peleburan logam, manufaktur, dan kimia. Perlu ada inovasi untuk mengurangi sampah jika tidak maka bumi akan dipenuhi oleh sampah.