Teknopreneur.com – Program e-KTP yang digagas beberapa tahun lalu, tampaknya tidak berjalan sempurna. Alhasil, pemerintahan yang saat ini digawangi oleh Kabinet Jokowi, lebih memilih untuk menunda program yang menelan investasi sebesar Rp5,6 triliun tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara menyatakan,“Data yang ada di e-KTP nantinya akan digunakan untuk semua sektor.” Ia juga menjelaskan, Aktivasi SIM Card untuk kartu sakti juga akan merujuk kepada data tersebut.

“Seandainya data di e-KTP amburadul, tentunya rekening ponsel yang ada di penerima bantuan jadi tidak valid. Ujung-unjungnya, bisa saja pihak tak berhak malah yang mendapat bantuan,”katanya dalam laman resmi Kemkominfo, Kamis (20/11).

Ia pun menambahkan, seandainya hasil evaluasi di pemerintahan Jokowi menyatakan perlu diadopsinya platform baru, yang jadi pertanyaan adalah bagaimana nasib program yang lama.

“Pasalnya, e-KTP tak sekadar sekeping kartu, tetapi ada sejumlah alat lain yang dibeli untuk mendukungnya seperti e-KTP reader, fingerprint, retina recorder, digital signature dan lainnya,” ujar Rudiantara.