Teknopreneur.com – Menteri Komunkasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengatakan,“Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi  banyak membuat orang resah. Namun di sisi lain, alokasi dana subsidi itu bisa dimanfaatkan untuk banyak hal, salah satunya membuat akses internet di Indonesia semakin ngebut.

Hal tersebut seperti yang dilansir dari laman Resmi Kementerian Kominfo, Selasa (18/11). Rudiantara menjelaskan, anggaran subsidi konsumtif yang tadinya digunakan untuk BBM kini akan dialihkan untuk anggaran pembangunan yang produktif, termasuk untuk pembangunan jaringan pita lebar. “Jangka panjang sedang dibicarakan, chief. Karena broadband plan masuk kategori infrastruktur,” katanya.

Pembangunan akses pita lebar dalam broadband plan ini merupakan salah satu prioritas yang dibahas dalam rapat kabinet kerja untuk pengalihan subsidi BBM, selain juga untuk menunjang sektor kemaritiman, pertanian, transportasi, dan listrik. Rudi pun menyatakan, “Kami sedang review detailnya, mana-mana saja yang akan dilaksanakan operator dan mana-mana saja yang akan di-drive oleh pemerintah.”

Dari data yang dipaparkannya, Indonesia masih jauh ketinggalan dibandingkan negara tetangga, seperti Singapura dan Malaysia dalam hal bandwidth per kapita.

“Data tahun 2013 menunjukkan Singapura per kapita bandwidth internasionalnya itu 200 kali dari Indonesia. Malaysia juga masih di atas Indonesia. Kalau tidak dibangun, kapan kita mau maju?”,ujarnya.

Namun, yang jadi pertanyaan berapa besar alokasi dana subsidi yang dibutuhkan untuk membangun jaringan tersebut?