Teknopreneur.com – Infor, perusahaan penyedia aplikasi dan jasa layanan korporasi asal Australia tak menyangkal bahwa pasar Indonesia sangat menarik untuk pasar cloud. Pertama menurut Hellen Masters, Vice President Infor Asean, Asia merupakan wilayah dengan pertumbuhan tercepat kedua di Asia Pasifik dengan pertumbuhan 27% YoY, dengan 107 pelanggan baru. Dan Indonesia di dalamnya tak bisa dianggap remeh, karena menyumbang pertumbuhan jumlah pelanggan sebesar 16% YoY di kawasan Asean.

Indonesia merupakan bagian dari ekonomi terbesar ke 15, dengan lebih dari 80 juta masyarakat kelas menengah, fakta ini dianggap menarik bagi Infor untuk mengembangkan bisnis cloud di Indonesia. Helen. Sejak berdiri Juli 2003 lalu, kini Infor Indonesia telah memiliki 600 pelanggan.

Mensosialisasikan layanan service di Indonesia akan menjadi tantangan bagi Infor. Oleh karena itu, mereka memilih untuk fokus terlebih dulu di industri makanan dan minuman, fashion, logistik, manufaktur, minyak dan gas, otomotif, dan asuransi. “Kita belum memiliki pelanggan layanan cloud di Indonesia, ini baru tahap awal launching. Tetapi sudah ada beberapa calon pelanggan yang sudh tertarik,” ungkap Helen, Kamis (20/11) di Hotel Shangrila.

Pihak Infor melalui Helen Infor Asean menyatakan platform buatan mereka tak hanya bisa dipakai oleh single consumer, layanan ini juga bisa dipakai sebagai public cloud. Ia juga menegaskan teknologi cloud yang mereka tawarkan berbeda dengan yang ditawarkan pemain lain.

“Kita spesifik ke industri masing-masing. Untuk industri garment misalnya, platform cloud yang kita buat khusus untuk garmen, tak bisa di pakai oleh industri lain,” terangnya.
Solusi ini dipilih karena menurut Infor setiap industri memiliki kebutuhan yang berbeda. Infor mencontohkan kasus ini seperti buah kiwi dan roda, dua-duanya sama-sama berbentuk lingkaran tapi tetap saja isinya berbeda dan membutuhkan platform yang berbeda pula. (FJ)