Teknopreneur.com- Apakah Google Glass mati? Itulah pertanyaan yang tercetus dari beberapa orang setelah laporan dari Reuters bahwa dari 16 Glass app developers, sembilan diantaranya telah berhenti bekerja pada proyek-proyek mereka atau bahkan meninggalkan temuan tersebut.

Padahal lebih dari 10.000 orang, dengan dana US$1500 telah dikeluarkan untuk pengujian awal? Dana yang sia-sia bukan? Jika ternyata Google Glass tak bisa bertahan. Namun, masih terlalu cepat jika mengharapkan Google menyatakan kekalahannya atas proyek ini.

Google mungkin perlu lebih banyak waktu untuk bekerja ekstra untuk membuat Google Glass diminati masyarakat.  Perusahaan raksasa ini, jelas tak akan menyerah begitu saja, meski banyak orang menyangsikannya.

“Kami berkomitmen untuk proyek Glass ini,” Anna Richardson White, juru bicara Google mengatakan kepada Computerworld, ia menambahkan bahwa perusahaan tidak akan membiatkan proyek ini berakhir. “Kami sangat senang dengan penemuan itu.”

White menolak mengatakan kapan Glass akan resmi dirilis, ia hanya mengatakan bahwa ini akan dirilis ketika sudah siap.

Ini bukan pertama kalinya Google mengundur kembali tanggal rilis. Perusahaan awalnya mengatakan akan mengeluarkan versi beta dan secara resmi dirilis pada tahun 2013.

Scott Strawn, analis IDC mengatakan salah satu alasan kenapa ini bisa terjadi adalah tingkat antusiasme untuk teknologi baru menurun dari waktu ke waktu. Ada banyak contoh  beberapa perusahaan yang mencoba  suatu penemuan dan berakhir gagal. Namun kemudian mereka kembali lagi dan melengkapi inovasi tersebut untuk memecahkan  memecahkan di waktu yang lalu.  Strawn amat yakin Google tidak akan menyerah pada penemuan Glass ini. Ia bahkan menunjukkan bahwa bulan lalu, Google berinvestasi di Sihir Leap Inc, sebuah perusahaan yang berfokus pada augmented reality.

Brian Blau, analis Gartner Inc., melihat banyak hal positif dalam investasi itu. “Saya yakin bahwa Google dan mitra mereka sedang mengerjakan sesuatu yang baru. “

“Kami belum mengetahui rincian tentang hal itu, tapi itu pasti untuk pengambangan Glass lebih dari yang ditawarkan hari ini,” tambah Blau.

Analis Moor Insights & Strategy, Patrick Moorhead juga mengatakan banyak tantangan yang akan dihadapi Google ke depan terkait proyek ini. Salah satunya adalah karena ketidakpastian tentang apa yang dilakukan Google untuk pengembangan Glass akan membuat orang-orang kehilangan semangat dengan temuan ini.

“Para pengguna dan pengembang telah kehilangan minat dalam Google Glass. Siapapun yang telah membangun ekosistem tahu bahwa pengembang perlu komunikasi yang konstan apakah temuan ini memiliki masa depan yang baik atau buruk,” ucap  Moorhead.

Moorhead menegaskan Google perlu untuk mengatasi masalah ini dengan cepat atau Google Glass akan berakhir dengan buruk.