Teknopreneur.com – Kebijakan Presiden RI Jokowi-JK dengan mengeluarkan tiga kartu sakti, sudah barang tentu akan membantu mendorong pertumbuhan ponsel di negeri ini. Apa pasal? Masyarakat penerima bantuan yang memegang Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Indonesia Sehat (KIS), dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) direncanakan akan menerima bantuan dalam bentuk e-money yang berbasis simcard. Jadi, mau tidak mau masyarakat penerima bantuan harus memiliki ponsel beserta simcardnya.

Executive Director of Indonesia ICT Institute, Heru Sutadi menilai dengan kebijakan pemerintah itu, diperkirakan akan ada tambahan ponsel meski tidak banyak. “Kemungkinan ada penambahan tapi tidak banyak. Karena bisa saja penerima bantuan bisa meminjam handphone miliki saudaranya. Tetapi kira-kira ada 1/3 nya diprediksi membeli handphone yang low end,” ungkapnya saat dihubungi teknopreneur.com.

Dirinya melanjutkan, pertumbuhan ponsel akan berkisar 30 persen dari jumlah penerima bantuan. “Kalau nomor baru, aka nada pertumbuhan sesuai dengan jumlah penerima bantuan,” terangnya.

Pendapat Heru, berbeda dengan Alie Cendrawan. Ketua Asosiasi Pengusaha dan Importir Telepon Genggam Indonesia (ASPITEG). Dilansir dari Kontan.co.id, dirinya berpendapat tidak adanya pertumbuhan ponsel dari kebijakan itu. “Saya kira tidak ada sasaran kesitu,” katanya.

Sekedar mengingatkan, pemegang kartu KIP, KIS, dan KKS, akan menerima bantuan sebesar Rp 200.000 per bulan dari pemerintah. Dengan memberikan jaring pengaman sosial lewat kartu sakti tersebut, pemerintah berharap dapat menekan inflasi akibat kenaikan BBM.