Teknopreneur.com – Menurut Studi terbaru General Electric dan Accenture, menunjukkan adanya kebutuhan mendesak dari berbagai perushaaan, untuk menggunakan analisis big data guna meningkatkan kemampuan strategi industrial internet mereka. Saat ini, kemajuan teknologi membuat sebagian besar perusahaan atau sekitar 65% telah menggunakan analisa big data untuk mengawasi perlengkapan dan aset perusahaan.

Menanggapi hal tersebut, menurut analis Gartner, Kristian Steenstrup dan Stephen Prentice,“Beberapa bidang teknologi akan memiliki potensi yang lebih besar untuk meningkatkan kinerja keuangan dan posisi komersial perusahaan secara global dari analisa prediktif.”

Vice President GE Software, Bill Ruh juga menyatakan,”Hasil yang didapatkan dari bergabungnya industrial big data dengan analisa prediktif  adalah mendapatkan keuntungan dari peningkatan produktivitas industrial Internet, yang tidak perlu diragukan lagi.”

Studi tersebut menunjukkan bahwa para petinggi perusahaan yang disurvei mengakui pentingnya analisa big data. Namun, memiliki tanggapan beragam sesuai dengan sektor bisnisnya.

Untuk yang menjadi prioritas, dipredisksi 61% eksekutif perusahaan aviasi akan memprioritaskan untuk analisa big data atau lebih tinggi 30% dibandingkan dengan sektor lainnya, seperti industri power distribution 28%, pembangkit listrik 31%, minyak & gas 31%, dan pertambangan 24%.

Sementara itu, untuk pengadopsian diperkirakan 40% sektor perkeretaapian dan 38% sektor pembangkit listrik, mengaku telah memiliki kemampuan analisa big data yang mencakup kemampuan prediktif  dan optimalisasi keahlian.  Selain itu, untuk yang berencana melakuka implementasi big data, yakni 61% perusahaan energy terbarukan, 73% Jalur perkeretaapian, serta pertambangan 71% akan menggunakan analisa big data untuk mencapai pertumbuhan profitabilitas.