Teknopreneur.com – Tahun ini presiden Indonesia, Joko Widodo memerintahkan langsung Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian, Dr Haryono untuk  mengubah sistem pertanian menjadi masif. Sehingga Indonesia tak lagi mengandalkan impor dari luar.

Meskipun dinilai berat, Haryono langsung menyanggupi karena bukan tak mungkin jika impor produk pertanian benar-benar dihentikan. Toh peneliti di Indonesia banyak yang hebat. Penelitian tak kalah jika ditandingin dengan penelitian dari luar.

Misalnya mesin panen, yang selama ini diimpor oleh pemerintah dari Cina itu harganya bukan hanya mahal tapi ternyata sulit digunakan di Indonesia karena gaya tekan mesinnya juga rata-rata 0,20kg itu kan tidak cocok untuk kondisi petakan tanah di Indonesia yang drainasenya jelek dan tanahnya lembek. Jika gaya tekan mesinnya sebesar itu maka alat justru akan terperosok ke dalam tanah.

Hanya orang Indonesia yang mengerti kondisi itu, buktinya saja peneliti Balitbangtan mampu membuat mesin panen yang cara kerjanya sama dengan Cina namun ukurannya sesuai dengan petakan tanah kita. Indo Combine Harvester  namanya, gaya tekan mesin ini hanya 0,13 kg/cm2, lebarnya pun hanya 1,2 meter sangat sesuai dengan petakan tanah di Indonesia yang umumnya sempit.

Indo Combine Harvester  hanya satu dari produk hasil penelitian yang dihasilkan oleh peneliti pertanian di Indonesia. Masih banyak yang belum tersentuh bahkan hanya seberkas hasil penelitian yang ada di lemari laboraturium. Jika diakumulasi pasti banyak sekali yang bisa dikembangkan apalagi jumlah peneliti di Indonesia banyak, di Balitbangtan saja penelitinya sudah mencapai 8000 peneliti yang masih bergelar sarjana hingga doktor sedangkan bergelar Profesor jumlahnya 100. Belum lagi peneliti yang berada lembaga penelitian lainnya, perguruan tinggi dan di luar negeri. “ Jadi untuk apa mengimpor toh peneliti di Indonesia sudah banyak dan pintar-pintar. Cuma mereka memang belum bisa memasarkan apa yang mereka temukan,”tambah Sekertaris Badan Balitbangtan, Dr Agung Hendriadi.