Teknopreneur.com – Managing Partner Ideosource, Andi S. Budiman pernah berpendapat soal bisnis crowdsourcing. Dia mengatakan, lama tidaknya bisnis ini bisa bertahan terletak dari pasar mereka. Jika target mereka adalah luar negeri, kata dia, jelas bisnis mereka akan tumbuh dan mampu bertahan. Namun, bila pasarnya hanya di Indonesia, itu akan sulit. “Bertahan tapi soal berkembangnya masih harus menunggu waktu yang lama,” katanya. Ia pun menyarankan kepada bisnis crowdsourcing bahwa harus ada ekpansi pasar ke luar negeri jika melakukan bisnis itu. “Pasar negeri ini kan belum mature, jadi prospeknya masih bagus mengincar di luar negeri untuk saat ini,” jelasnya.

Pendapat Andi, disangkal oleh Founder dan CEO Sribu.com, Ryan Gondokusumo. Kata Ryan, prospek pasar di luar negeri memang sungguh menarik, namun hal itu akan terkendala pada sisi user dan kliennya. “Biasanya yang terjadi itu adalah kendala bahasa. User kurang mengerti yang dimaksud klien, begitu pula sebaliknya,” ungkapnya saat di acara launching Sribulancer. Alasan itulah yang menjadi dirinya bertekad kembangkan bisnis model ini. “Kami menangkap peluang dahulu sebelum ada pemain masuk,” tutupnya.