Teknopreneur.com – Saat ini, pemerintah berencana akan melakukan penambahan tenaga listrik 35ribu megawatt, juga termasuk didalamnya Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP). Dimana proyek tersebut, pemerintah bekerja sama dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN) dalam pengembangannya. 

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Umum Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI), Suryadharma menyatakan, “ada empat hal yang perlu diperhatikan agar proyek energi terbarukan dapat berjalan.” Menurutnya, hal pertama yang harus diperhatikan adalah soal regulasi ataupun tata aturan dalam pembangunan infrastruktur proyek tersebut.

“Jika perizinan dibuat sulit atau bahkan berbelit-belit, maka semakin tidak menarik bagi pengembang proyek tersebut,” katanya. Kemudian ia menambahkan, ini proyek yang membutuhkan dana besar dari institusi finansial, seperti Bank dan investor lainnya. Itu berarti, perusahaan yang mengembangkan proyek tersebut, harus dapat menjamin dana yang diinvestasikan dapat kembali.

“Hal lain yang perlu diperhatikan adalah manajemen SDM, bagaimana membuat pengelolannya dapat berjalan dengan baik,”ucapnya. Ia menuturkan, teknologi juga menjadi faktor penentu keberhasilan proyek energi terbarukan.

“Teknologi bisa dari Indonesia, dan kalau memang tidak ada mungkin bisa pakai teknologi dari luar negeri,”tambahnya. Ia pun mengatakan, dari keempat hal itulah tinggal di mix, pastinya proyek dapat berjalan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh pemerintah maupun pihak pengembang. (FJ)