Teknopreneur.com – Berdasarkan Laporan terbaru GSMA dan Huawei, pada tahun 2019 pertumbuhan pelanggan mobile data di Cina, baik untuk yang menggunakan jaringan 3G dan 4G, menghasilkan hampir 15.000 petabyte data dari tahun ke tahun atau  25 persen dari total lalu lintas di seluruh wilayah Asia Pasifik. Dengan laju pertumbuhan tahunan gabungan lebih dari 55% dalam periode 2014-2019.

Menanggapi hal itu,  Presiden Huawei Wireless Networks, David Wang menyatakan,”laporan baru ini menyoroti, kebutuhan mendesak soal regulasi di seluruh Asia Pasifik atau bahkan di seluruh dunia, dalam menetapkan spektrum seluler yang lebih lanjut, untuk memungkinkan tingkat penetrasi dan manfaat sosial-ekonomi yang dijanjikan, serta menghindari gangguan di sepanjang perbatasan negara.”

Ia menambahkan, Ini memastikan bahwa operator di wilayah tersebut, dapat mendukung tujuan akses broadband pemerintah dengan investasi yang diperlukan, untuk menggunakan teknologi mobile generasi berikutnya, serta peluang bisnis dan masyarakat. Laporan tersebut, juga memprediksi rata-rata negara diseluruh dunia membutuhkan tambahan spektrum mobile antara 600-800MHz.  

Namun, hal itu hanya akan terwujud jika pemerintah bertindak mulai dari sekarang untuk meningkatkan frekuensi spektrum pada jaringan mobile dalam memenuhi kebutuhan konsumen dan mendukung pengembangan layanan mobile baru.

GSMA menyimpulkan, Dengan tingkat penetrasi broadband yang tinggi di wilayah Asia Pasifik, diprediksi akan mendorong pertumbuhan PDB sekitar US$1,2 triliun serta membuka 35 juta lapangan pekerjaan baru pada tahun 2020.