Teknopreneur.com – Sebuah koalisi dari perusahaan teknologi dan internet dunia, Facebook, Twitter, Google, Microsoft, dan Apple masih melobi soal transparansi data kepada pihak pemerintah Amerika Serikat. Dimana pemerintah AS tengah membuat RUU tentang pengawasan serta mencegah terjadinya koleksi email secara massal.

Koalisi reformasi pengawasan pemerintah termasuk perusahaan teknologi dan internet, tengah mengajukan kesepakatan dengan pihak pemerintah NSA (National Security Agency)Amerika. Hal yang akan dilakukan oleh pemerintah AS tentunya akan menghambat proses pengumpulan data pengguna perusahaan teknologi dan internet tersebut, baik itu dari email maupun dari metadata internet.

Menanggapi hal itu, senat dari koalisi tersebut menuliskan dalam surat terbuka yang menyatakan“Senat memiliki kesempatan dalam minggu ini untuk memilih bipartisan USA Freedom Act. Kami mendesak pemerintah atas penagihan data sebagai keamanan nasional , tapi pemerintah harus ingat komitmen awal soal menghargai kebebasan,” seperti yang dikutip dari laman The Guardian, Senin (17/11).

Apabila UU USA Freedom tersebut batal sebelum akhir tahun, maka akan dilakukan kongres kembali, pada bulan Januari tahun depan. Tentunya, dengan kongres baru tersebut yang notabennya dikendalikan oleh partai republik akan memberi keuntungan bagi pihak pemerintah.