Teknopreneur.com – Metode Pembayaran dengan mobile phone bakal booming ke pasar saat menuju tahun 2019. Beberapa tahun yang lalu, ide untuk membayar semua apa yang kita belanjakan di meja kasir dengan smartphone kita akan tampak seperti mimpi yang bakal menjadi kenyataan.

Menurut laporan dari perusahaan riset Forrester, pembayaran berbasis mobile di Amerika Serikat diperkirakan akan mencapai 142 Miliar U$D dalam pada 2019, dari sekitar 50 Miliar U$D saat ini. Dalam studi, yang akan dirilis pada hari Senin kemarin (17/11/2014), perusahaan riset memperkirakan PayPal, Verifone dan Visa mengalami pergeseran ke mobile commerce yang mengalami pertumbuhan yang sangat cepat.

Perusahaan seperti Google, PayPal dan AT & T telah mencoba selama bertahun-tahun untuk membuat versi mereka dari mobile wallet, tapi mereka belum mendapatkan banyak perubahan.

Dalam sebuah pernyataan, Denee Carrington, seorang analis Forrester mengatakan, “Ini bukan hanya smartphone. Ini yang menjadikan kita semakin tergantung atau mengandalkan atau mengharapkan mereka untuk memberikan lebih.”  

Carrington berharap Apple Pay, adalah produk yang pertama dalam produk e-commerce dalam  teknologi Apple dan akan mempercepat pertumbuhan dengan metode pembayaran mobile. Dia mengharapkan dapat menembus pasar hingga mencapai 34 miliar U$D dalam empat tahun mendatang.

Seperti yang dilansir dalam The New York Times baru-baru ini melaporkan, beberapa reseller telah melihat perubahan kegiatan di dalam toko pembayaran mobile, dan banyak yang menggunakan Apple Pay.

Forrester memprediksi bahwa pembayaran mobile remote, pembelian yang dilakukan melalui aplikasi dan situs web mobile akan menjadi metode terbesar dalam pertumbuhan selama lima tahun ke depan. Perusahaan menargetkan bakal mencapai 91 miliar U$D pad tahun 2019 mendatang.

Sementara itu Carrington juga melihat ada aktivitas yang relatif relatif kecil namun penting dalam layanan seperti Venmo, Square Cash, PayPal dan Gmail yang memungkinkan pengguna untuk mengirim uang bolak-balik dengan cepat. Forrester mengharapkan kegiatan ini tumbuh menjadi 17 milyar dollar di Amerika Serikat pada 2019.