Teknopreneur.com- Facebook sedang mempersiapkan jaringan sosial  terbaru “Facebook at Work” untuk bersaing dengan situs lain seperti LinkedIn. Dengan layanan ini, pengguna juga dapat chatting dengan rekan-rekan, membangun jaringan profesional dan berbagi dokumen, seperti yang di laporkan Financial Times.

Prof Andre Spicer dari Cass Business School berpendapat “Facebook at Work” akan membawa beberapa manfaat bagi perusahaan, tapi bukan untuk membuat karyawan lebih produktif. Layanan ini menurutnya bisa membantu mereka untuk menjadi lebih terhubung satu sama lainnya.

Meski begitu, lebih lanjut Prof Spicer menegaskan, layanan ini juga bisa menimbulkan beberapa efek negatif. Misalnya menjadi jalan bagi karyawan untuk sengaja membocorkan informasi sensitif. Masalah lainnya adalah “Facebook at Work” ini juga bisa berakhir menjadi hiburan bagi karyawan yang akhirnya menghabiskan waktu mereka saat bekerja.

Di sisi lain, layanan ini sepertinya akan menjadi pesaing kuat untuk layanan yang ada seperti Google Drive, Microsoft Office, dan LinkedIn.

LinkedIn melalui websitenya mengatakan sejak diluncurkan pada tahun 2003 hingga saat ini, LinkedIn menjadi jaringan profesional terbesar, dengan 332 juta pengguna di lebih dari 200 negara, menurut website-nya.

Sementara Facebook tercatat memiliki pengguna  1,35 miliar aktif pada bulan September 2014. Meskipun angka ini sangat besar, tetapi beberapa pengusaha tetap skeptis tentang kegunaan media sosial di tempat kerja, bahkan banyak yang telah melarang menggunakan facebook di kantor