Teknopreneur.com – Belakangan ini layanan telekomunikasi berbasis internet, atau dikenal dengan over the top (OTT) marak berkembang di Indonesia. Mei tahun ini, hadir lagi layanan berbasis OTT bernama Beetalk. Kehadiran OTT secara tak langsung menutup peluang berkembangnya layanan SMS dan voice, karena OTT mampu menyediakan layanan yang mirip dengan layanan operator seperti panggilan suara, video, dan messsaging kepada pelanggan. Dan nyatanya pelanggan lebih menyukai layanan yang ditawarkan OTT dibandingkan tawaran operator.

Penurunan SMS dan voice dari layanan operator sebenarnya telah diprediksi sejak 2012 lalu. Profesor Xiaofeng Tao, akademisi asal China mengatakan pendapatan operator dari layanan SMS dan MMS akan menurun hingga US$13 miliar pada 2017 dibandingkan dengan 2012. Hal yang sama juga dilaporkan ABI Research menyebutkan bahwa pada kuartal kedua (Q2) ditahun 2012 penurunan terjadi di wilayah Asia Pasifik (-7,36%), Afrika (-6,3%), Eropa Barat (-2,32%) dan Amerika Utara (-2,12%). Kemudian, pada kuartal I-III 2013 operator mengalami penurunan pendapatan sekitar 1,9 persen dibandingkan dengan periode yang sama 2012.

Namun, bila dilihat lebih lanjut OTT sebenarnya bisa saja dianggap sebagai peluang oleh operator. Kasus yang terjadi di Korea Selatan misalnya, yang mana keduanya sama-sama berkembang pesat. Di sana operator tak mau bekerja sama dengan OTT, bahkan memblokir semua layanan messaging berbasis WiFi. Namun kemudian untuk melawan OTT, operator bekerja sama meluncurkan layanan bernama Joyn. Dengan Joyn, pengguna bisa saling bertukar file dan sharing video pada video calling namun lewat jaringan 3G atau 4G. Kerjasama antara operator dan OTT juga diisyaratkan oleh Head of BeeTalk Indonesia, Handhika Wiguna Jahja . Ia enggan menganggap BeeTalk menjadi saingan operator. “Kita seperti coorporasi yang bisa saling bekerjasama. Kita juga akan bekerjasama dengan operator-operator besar di Indonesia. Untuk saat ini masih terkait data plan,” ungkapnya menolak menyebutkan nama operator.

Sejak dikenalkan Mei 2014 lalu, BeeTalk, mengklaim telah memiliki lebih dari 3 juta pelanggan. Tahun depan BeeTalk melalui Handhika menargetkan pengguna nya mencapai 10 juta orang. Kita lihat saja, kerjasama seperti apa yang akan dilakukan antara BeeTalk an operator Indonesia, apakah seperti yang terjadi di Korea Selatan, atau mungkin kerjasama dalam bentuk lainnya. (FJ)