Teknopreneur.com – PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) setahap demi setahap membiasakan masyarakat menggunakan tiket elektronik (e-ticketing). E-ticketing memang telah memberikan dampak positif diantaranya mengurangi kepadatan transaksi di halte transjakarta, menciptakan lingkungan yang ramah terhadap lingjungan dan akhir yang ingin dicapai tak lain adalah cashless society.

Tak heran, setelah uji coba yang dilakukan pada Koridor I (Blok M-Kota) pada 11 Agustus 2014, sistem full tiket elektronik mulai diterapkan pada awal November di sembilan koridor bus Transjakarta. Artinya, di sembilan koridor tersebut tidak ada lagi dijual tiket manual. Penerapan ini akan dilakukan secara bertahap hingga pertengahan Desember, hingga semua koridor bus Transjakarta sudah menerapkan e-ticketing.

Dalam penerapan e-tecketing ini, Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengaku amat mendukung sistem ini. Ia bahkan tak ingin dikritik soal sistem ini. Padahal menurutnya sistem ini ke depan akan membantu PT Transportasi Jakarta dalam membaca pola perjalanan para pengguna. Mereka biasa naik turun dari mana, sehingga akan dibuatkan solusi rute sekali jalan sampe tujuan untuk kebutuhan tersebut.

“Tolong pakai e-ticketing. Jangan dikritik dulu,” tegasnya saat ditemui teknopreneur.com di Balaikota, Jakarta.

Penerapan full e-ticketing ini akan diterapkan di koridor VIII (Harmoni-Lebak Bulus) dan IX (Pinang Ranti-Pluit) pada 1 November. Menyusul pada 22 November diterapkan di Koridor II (Harmoni-Pulo Gadung) dan Koridor III (Harmoni-Kalideres).

Selanjutnya, full e-ticketing juga akan diterapkan di Koridor V (Ancol-Kampung Melayu) dan VII (Kampung Rambutan-Kampung Melayu) pada 29 November. Serta pada 13 Desember diterapkan di Koridor X (Tanjungpriok-Cililitan), XI (Kampung Melayu-Pulogebang) dan XII (Pluit-Tanjung Priok).

Sementara ini, pengguana bus transjakarta dapat menggunakan kartu uang elektronik dari enam bank yang telah bermitra dengan Transjakarta, yaitu Bank DKI, Bank Mandiri, Bank BCABank BNI, Bank BRI, dan Bank Mega. Terkait banyaknya pemain yang ikut meramaikan bisnis e-ticketing ini, Ahok mengatakan tak ada masalah dengan jumlah pemain. Ia juga tak keberatan jika ada tambahan pemain baru dalam bisnis ini.

Dengan ramainya pemain, sepertinya akan membuat masyarakat bingung harus membeli yang mana. Andai saja layanan ini bisa mengintegrasikan berbagai kartu dari banyak pemain tersebut. Rasanya jauh lebih memudahkan masyarakat, Sehingga target 260 ribu orang dari 380 ribu pengguna busway di 12 koridor, bisa tercapai pada Desember tahun ini. (FJ)