Teknopreneur.com – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Sudirman Said bersama Menteri BUMN Rini M Soemarno, melaksanakan rapat di gedung Kementerian BUMN siang tadi. Rini menyatakan rapat yang dirinya agendakan bukanlah membahas soal kenaikan harga BBM, melainkan membahas soal percepatan penambahan tenaga listrik PLN. Rini, bilang, pembahasan penambahan listrik PLN disebabkan banyaknya proyek PLN yang tersendat. “Kami sedang membicarakan hal itu tadi,” tuturnya.

Di sisi lain seorang pengamat ketenagalistrikan, Fabby Tumiwa menyebutkan, ada tiga masalah yang biasa dihadapi dalam proyek pembangunan ketenagalistrikan nasional, salah satunya soal perizinan. Ia pun mengatakan bahwa yang proyek yang tersendat adalah PLTP (Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi) Sarulla dan PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap) Batang.”Coba dua proyek itu berapa lama molornya,” ujarnya.

Menurut Fabby, selain perizinan kendala berikutnya adalah sulitnya pembebasan lahan. “Bahkan, PLN yang merupakan perusahaan Negara, sering mengalami kesulitan dalam hal pembebasan lahan, karena perlu ada ketegasan pemerintah kalau kenaikan harga tanah sudah keterlaluan,” ucapnya.

Dan juga keseriusan dari perusahaan listrik swasta (independent power produceratau IPP) yang masih dipertanyakan. Hal tersebut, seperti yang dikutip dari CNN Indonesia. Lantas, apakah mungkin proyek yang digagas oleh Wakil Presiden JK ini bakal terealisasi? Seharusnya pemerintah lebih antisipasi lagi dan berkaca dari proyek yang telah lalu. (FJ)