Teknopreneur.com- Kesepakan kerjasama beberapa vendor ternyata menjadi pilihan untuk tetap eksis dalam penjualan smarthphone mereka. Mereka amat sadar bahwa tantangan ke depan yang akan dihadapi semakin besar.

Bagaimana tidak? Pasalnya saat ini pasar smartphone sudah memperlihatkan kejenuhan di Amerika dan Eropa. Dan untuk terus tumbuh mereka lebih agresif dengan membuat produk yang lebih aman dan mudah digunakan. Wakil pesiden riset dari Gartner Leif-Olof Wallin mengatakan manfaat yang diperoleh konsumen dalam persaingan ini adalah biaya perangkat elektronik semakin murah.

Samsung, misalnya baru-baru ini mengumumkan kerjasamanya dengan BlackBerry dengan mengintegrasikan BES (BlackBerry Enterprise Server) 12 dengan smartphone Galaxy dan tablet. Perangkat ini akan tetap dilindungi dengan menggunakan teknologi Samsung Knox, tetapi BlackBerry akan menambah infrastruktur jaringan dan kemampuan manajemen.

Kerjasama ini rasanya menjadi pilihan yang baik untuk saling melengkapi satu sama lain. Karena  Samsung  adalah juara dalam penjualan smartphone sementara BlackBerry tetap menjadi juara dalam hal keamanan mobile dan manajemen.

Tetapi dengan kerjasama ini mereka harus membuktikan solusi yang mereka tawarkan benar-benar aman  digunakan. Karena menurut Wallin sebuah platform baru dikatakan aman bukan diukur karena vendor tersebut terkenal dan bersertifikat.  Hal ini menjadi PR penting bagi kedua perusahaan untuk membuktikan kepada konsumen bahwa kerjasama antara Samsung dan BlackBerry adalah pilihan yang benar.

Untuk BlackBerry, kesepakatan kerjasama ini merupakan salah satu langkah untuk menyelamatkan BlackBerry meraih masa kejayaannya dulu dengan merambah pasar android dan iOS dengan cara membuat software untuk produk Android dan iOS.

Sementara bagi Samsung, cara ini dilakukan untuk menebus penurunan penjualan. Perlu diketahui, selama kuartal ketiga, pangsa pasar smartphone Samsung turun lebih dari 10% dari tahun ke tahun.

Kerjasama serupa juga telah dilakukan oleh Apple dengan kemitraanya bersama IBM. Minggu ini, Apple memperluas DEP-nya (Device Enrollment Program) ke 25 negara tambahan dan daerah, serta reseller resmi dan operator. Sebelumnya program ini hanya tersedia di Amerika. Dan kini bisa dinikmati juga oleh konsumen di  Australia, Kanada, Perancis, Jerman, Jepang, dan Inggris

Program ini akan memudahkan penyetingan  iPhone, iPads, dan Mac dengan mengotomatisasi manajemen perangkat mobile pendaftaran dengan membiarkan pihak TI mereka mengkonfigurasi perangkat secara otomatis, tanpa harus berhubungan langsung dengan konsumen. Untuk lebih menyederhanakan proses, beberapa layar Setup Assistant dapat dilewati sehingga konsumen dapat mulai menggunakan perangkat mereka langsung.

Wallin menganggap strategi peningkatan jumlah negara merupakan langkah yang tepat,meski ke depan DEP perlu dikembangkan lebih lanjut.

Kompetisi yang dilakukan oleh vendor-vendor ini tak membuat mereka menutup mata bahwa kemitraan dengan vendor lain adalah hal yang penting untuk  menarik perhatian konsumen dengan menghasilkan produk yang lebih baik lagi.

 

Foto: bisnisukm.com