Teknopreneur.com- Hampir semua jalan di Ibukota mengalami kemacetan. Dan akhirnya membuat para pengguna jalan dibuat pusing, kesal, dan uring-uringan. Sebenarnya sederhana saja, kemacetan itu disebabkan oleh ketidakseimbangan antara pertambahan jumlah kendaraan dan pertambahan jumlah jalan.

Beberapa cara pun telah dilakukan oleh pemerintah DKI Jakarta dalam mengatasi kemacetan, mulai dari diberlakukan three in one, membangun transportasi busway.Tapi nampaknya usaha ini tak membuahkan hasil, kemacetan masih terjadi di mana-mana.

Belum lama ini, Pemprov DKI Jakarta telah melakukan kerja sama dengan aplikasi navigasi google waze. Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama pun mengklaim aplikasi google waze dapat mengatasi kemacetan. Ia mengimbau pegawai negeri sipil (PNS) DKI untuk meng-install aplikasi google waze di telepon seluler mereka. Dengan aplikasi ini pengguna bisa tahu dari sesama teman atau dari smartphone tentang kondisi jalanan.  Mulai dari macet, kecelakaan, hingga kegiatan polisi.

Google waze sebenarnya hampir mirip dengan jejaring sosial dimana pengguna bisa bertemu dengan berbagi dengan orang lain, tapi dengan kontent tentang trafik dan lalu lintas.

Apa iya, dengan sebuah applikasi ini masalah kemacetan jakarta bisa selesai. Sementara mantan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo menilai untuk mengatasi masalah kemacetan kita harus membangun  ITS. Dengan BTS keberadaan bus transjakarta dapat diketahui melalui satelit yang dipasang, juga cara mengatur arus lalu lintas, termasuk pengaturan lampu lalu lintas di dalamnya.

Menurut Darmantoro, Aktivis Masyarakat Transportasi Indonesia masalah transportasi di Indonesia adalah menerapkan sistem yang terintegrasi. Pendapat ini sebenarnya lebih mengarah kepada solusi yang ditawarkan Fauzi Wibowo yaitu dengan membangun sebuah sistem ITS yang saling terintegrasi.

Sementara menurut Darmaningtyas pengamat transportasi, bukan kompetensinya untuk menilai solusi yang ditawarkan Ahok.

Terlepas dari kedua solusi di atas, entah dengan bekerjasama dengan pihak luar atau membangun sistem sendiri semoga ke depan transportasi Indonesia menjadi semakin baik ya. Atau mungkin Anda punya solusi lain?