Teknopreneur.com – Lahan pertanian di Indonesia, pertumbuhannya tidak sebanding dengan pertumbuhan penduduk. Kebutuhan pasar yang tersedia saat ini, masih dipenuhi dari impor pangan sehingga perlu adanya peningkatan produktivitas pertanian.

Seperti yang telah disampaikan oleh Presiden RI  ke-7, Joko Widodo, mengenai program swasembada di tiga komoditas pangan, yakni Beras, Gula, dan Jagung yang ditargetkan bakal tercapai dalam 3 tahun. Ketika program tersebut telah menjadi prioritas presiden RI, yang menjadi pertanyaan apakah bisa tercapai hanya dalam waktu tiga tahun?

Menanggapi hal tersebut, sebagai orang yang ahli di bidang pertanian sekaligus founder dari Budi Mixed Farming, Adi Widjaja menyatakan,“ Tiga tahun bisa jadi waktu yang kurang bila dijalankan dengan pola-pola yang lama, namun tiga tahun bisa jadi waktu yang cukup ketika semuanya dijalankan secara holistik.”

Menurutnya, program swasembada itu akan lebih baik jika dipecah menjadi segmen yang lebih kecil. “Misalnya untuk kedelai, kita dapat menargetkan swasembada tahu terlebih dahulu, karena kedelai lokal kita memiliki nilai lebih dibandingkan kedelai impor untuk industri ini, tapi sayangnya kedelai tidak masuk dalam target beliau,”katanya.

Kemudian ia menambahkan, Peningkatan produktivitas dapat dilakukan dengan menggunakan jenis yang memiliki kemampuan genetis lebih baik dari tanaman yang ada sebelumnya yang sering disebut sebagai benih unggul.

“Namun, perlu disadari pula penigkatan kapasitas produksi suatu tanaman juga harus didukung input yang memadai, untuk itu perlu pemupukan yang efektif. Cara lain yang jarang dilakukan adalah mengoptimalkan kemampuan genetis dari tanaman yang sudah ada. Hal ini dapat dilakukan dengan metode  pemupukan seperti yang kami lakukan,”tutup Adi.