Teknopreneur.com – Pertanian memiliki banyak faktor pembatas, terutama sinar matahari dan air. Soal sumber daya tersebut, Indonesia merupakan wilayah tropis sehingga tidak perlu diragukan lagi soal itu. Melihat hal tersebut founder Budi Mix Farming, Adi Widjaja mengatakan,“Sinar matahari relative cukup bahan berlebih, karena adanya cuaca ekstrim. Irigasi akan memecahkan faktor pembatas yang kedua”

Ia pun menambahkan, hal yang perlu diingat soal irigasi yang mungkin akan membawa perubahan sosial ekonomi di pedesaan, terutama pola tanam. “Namun, dengan adanya irigasi petani kemungkinan besar akan meninggalkan palawija, dan menanam pada dalam tiga musim tanam secara berturut-turut. Risiko yang ditimbulkan akibat penanaman padi terus menerus di lahan irigasi juga perlu diantisipasi dengan baik, terutama munculnya Akiochi Soil,”ucapnya.

Pertanian di Indonesia, kata dia, saat ini sudah mengarah pada pertanian high input, penggunaan pupuk berimbang, benih unggul, pengairan yang terstruktur telah berkembang menuju arah yang baik. “Mekanisasi dapat menjamin efisiensi serta menanggulangi permasalahan kurangnya tenaga kerja, namun dengan kepemilikan lahan yang sempit di Jawa, organisasi pertanian yang belum tertata dengan baik dan adil, aplikasinya akan sangat sulit dijalankan,”tambah Adi.

Pertanian bisa dijalankan secara kreatif tidak harus berpikir mekanisasi seperti negara maju. “Banyak kearifan lokal, teknologi lokal yang dapat digali dan disosialisasikan. Mekanisasi dapat dilakukan pada estate- estate yang hanya mungkin di laksanakan di luar Jawa, seperti Kalimantan dan Papua,”sarannya.