Teknopreneur.com – Nampaknya Enda Nasution masih penasaran membangun bisnis sosial media. Maklum, beberapa tahun lalu dirinya pernah gagal membawa salingsaling.com untuk tetap berdiri tegak saat maraknya bisnis beraroma sosial media melesat pesat. Hal itu pun diakui oleh dirinya saat tim teknopreneur.com mengajaknya untuk bertemu. Menurutnya, kegagalan yang pernah dirinya alami merupakan pelajaran yang penting ketika akan mendirikan bisnis baru yang serupa. “Jelas, ini memang menjadi pelajaran,” ungkap founder SEBANGSA ini.

Kegagalan yang dialami, kata dia, karena tidak fokusnya model bisnis yang digelutinya. Saat menjalankan salingsilang.com, banyak hal yang dilakukan pada bidang yang berbeda satu dengan yang lainnya. Misalnya saja, mulai dari pengumpulan dan layanan data media sosial, pembuatan dan rangkuman peristiwa media sosial, dukungan dan aktivasi komunitas online, konsultasi kampanye media sosial, hingga penyelenggaraan acara seperti Social Media Fest. (2011, 2012), PictFest, serta Ngerumpi Days Out. Hal itulah yang kemudian membawa usaha yang digelutinya runtuh.

Meski begitu, Enda meyakini bahwa masih ada kekuatan untuk bangkit dan tetap melakukan bisnis di sosial media. “Kami masih percaya pada kekuatan dunia digital untuk mengubah negeri ini jadi lebih baik, melalui media sosial yang memiliki khas Indonesia masih akan terus berpengaruh di tahun-tahun ke depan,” ungkapnya.
Pernyataan Enda, memang cukup beralasan. Jika melihat data dari Webershandwick – perusahaan public relations dan pemberi layanan jasa komunikasi di Indonesia – di bulan November tahun lalu, untuk wilayah Indonesia ada sekitar 65 juta pengguna Facebook aktif. Sebanyak 33 juta pengguna aktif per harinya, 55 juta pengguna aktif yang memakai perangkat mobile serta sekitar 28 juta pengguna aktif yang memakai perangkat mobile per harinya. Itu baru Facebook, belum sosial media yang lain seperti Twitter, Linkedin, Path, dan lain sebagainya.

Jumlah pengguna sosial media di Indonesia yang terus tumbuh, akhirnya membuatnya memutuskan untuk membangun lagi bisnis yang sama. Ya, SEBANGSA. Sosial media yang dibangunnya saat dua tahun silam, mulai diperkenalkan sejak September lalu di platform iOS. Sementara, untuk sistem operasi berbasis Android baru diluncurkan sebulan kemudian. Aplikasi ini juga direncanakan bakal singgah untuk Windows Phone dan BlackBerry di akhir 2014. Meski terbilang baru, Enda dengan rendah hati mengatakan jumlah pengguna aktif “mainan barunya” ini sudah mencapai ribuan.

Di sosial media terbaru besutannya ini, Enda sepertinya akan fokus untuk menggarap bisnisnya ini dengan serius. “Ini akan kami seriuskan dan fokuskan,” tutupnya. Semoga saja SEBANGSA mampu bertahan lama dan tak gulung tikar seperti saudara tertuanya, salingsilang.com.