Teknopreneur.com- Sejak menghadiri KTT APEC di Beijing (10/11), Presiden Joko Widodo sudah menyinggung masalah investasi di Indonesia. Dalam acara tersebut Jokowi mengajak pengusaha dari seluruh dunia berinvestasi di Indonesia.

Beberapa sektor yang menjanjikan bagi investor asing pun disebutkan. Perhubungan, dinilai memiliki peluang bisnis yang besar. Jokowi mengatakan, dalam lima tahun ke depan, Indonesia akan membangun 24 pelabuhan laut dalam. Potensi ini ada di beberapa titik, yaitu Sumatera, Kalimantan, Jawa, Sulawesi, Maluku, dan Papua.

Belum lagi jalur kereta api, Jokowi menerangkan Indonesia akan membangun jalur kereta api di Pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Selain itu juga akan membangun sistem transportasi massal di Medan, Makassar, Semarang, Bandung, dan Surabaya.

Peluang bisnis lainnya adalah rencana pemerintah membangun tol laut. Menurutnya, tol laut merupakan sistem transportasi maritim yang membuat biaya transportasi lebih murah dan efisien. Jokowi berharap tak hanya kapal biasa, tapi kapal induk juga bisa melewati tol laut yang akan dibangun dari barat ke timur.

Tak hanya itu, Jokowi juga menyinggung masalah kebutuhan 35.000 megawatt listrik untuk membangun sektor manufaktur yang terkendala oleh pembangkit listrik.

Di Myanmar dalam acara KTT Asean (12/11) kembali lagi Jokowi mengundang para pengusaha untuk berinvestasi di Indonesia. Ia menegaskan, di bawah pemerintahannya Indonesia terbuka untuk bisnis bagi negara mana pun asalkan kepentingan nasional tak dirugikan.

Ia bahkan menjanjikan kemudahan perizinan bagi calon investor yang ingin berinvestasi di Indonesia. Kabarnya, Jokowi akan membuat sebuah kantor untuk mengurus semua masalah perizinan. Diharapkan, dengan membangun kantor tersebut, semua urusan terkait izin, bisa cepat terselesaikan.

Masalah lainnya yang seringkali dihadapi oleh para investor di bidang infrastruktur adalah pembebasan lahan. Urusan ini menurut Jokowi seperti yang diungkapkan kepada wartawan, solusinya sangat mudah, asal calon investor didukung oleh pemerintah ketika menemui masalah. Ia berjanji akan memberikan perintahkan langsung kepada menteri, gubernur, wali kota untuk ikut campur dalam membantu pembebasan lahan dalam setiap proyek.

Tawaran investasi ini rupanya telah disambut baik oleh Pemerintah Rusia. Mereka tertarikan untuk berinvestasi dalam sektor infrastruktur seperti kereta api, pertambangan, serta teknologi informasi. Semoga niatan kerjasama ini dapat membuat Indonesia juga bisa mengadopsi teknologi mutakhir yang telah diterapkan di Rusia.