Teknopreneur.com – Ekonom DBS Research, Gundy Cahyadi menyetujui wacana pemerintah akan menaikkan harga BBM. “Sepakat dengan keputusan untuk menaikkan harga BBM,” ujarnya saat acara press briefing yang berlangsung di Resto Warung Daun, Cikini, Jakarta (Kamis, 13/11). Dirinya memprediksikan jika kenaikan harga BBM akan berada pada kisaran Rp1.500-2.000 per liter. Lalu, apakah artinya energi terbarukan bisa lebih dioptimalkan?

Melihat kondisi tersebut, Managing Director Katadata, Ade wahyudi justru meragukan hal itu. Pasalnya, ketika BBM murah energi alternatif jadi tidak menarik. “Energi terbarukan yang diolah dari tenaga air, angin, panas bumi dan lainnya, akan sulit berkembang kalau harga BBM bersubsidi lebih kecil,” ucapnya.

Di sisi lain, persoalan BBG dikatakan oleh Research Director Katadata, Heri Susanto, para pemain BBG masih mengeluhkan soal harga yang masih Rp3.500 per liter, seharusnya bisa naik Rp4.500-5.000 per liter. “Dengan adanya kenaikan harga tersebut, selisih harga BBG dengan BBM bersubsidi menjadi kecil, sehingga diharapkan dapat memancing para pemain untuk membangun SPBG lebih banyak lagi,” tambah Heri.