Teknopreneur.com – Industri kreatif digital Indonesia saat ini sedang naik daun, tapi induknya Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) justru dihapus. Apa yang seharusnya dilakukan oleh pemerintah Indonesia untuk tetap terus melanjutkan kejayaan industri kreatif digital?

Pengamat IT, Onno W Purbo memandang persoalan itu cukup sederhana. Dirinya menilai, saat ini yang menjadi kuncinya adalah Bank Indonesia. Mengapa? Sebab dengan persetujuan Bank Indonesia, pemakaian kredit untuk UMKM bisa dilakukan. “Tapi yang jadi masalah nanti adalah kolateral-nya. Itu yang perlu dibantu,”jelas Kang Onno begitu ia disapa. Bahkan, kata dia, UMKM di bidang kreatif digital seharusnya bebas pajak untuk beberapa tahun kedepan. “Jangan sampai bayi meninggal sebelum dewasa,” katanya.

Dirinya pun menilai kontribusi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah sebagai penyedia sumber daya manusia juga sangat dibutuhkan. Ia menyarankan untuk mengubah kurikulum yang ada di SD, SMP, dan SMA agar lebih diperkenalkan lagi dalam dunia IT. “Untuk di level SMK dan Universitas, bisa diadakan kurikulum untuk programming android yang baik,” tambah Kang Onno.