Teknopreneur.com – Kebanyakan saat krisis melanda di tahun 1998, jangankan ingin mendirikan perusahaan, mempertahankan perusahaan pun harus berjuang berdarah-darah. Krisis yang terjadi saat itu, memang tak pandang bulu, para pengusaha harus merelakan perusahaan yang dibangunnya tumbang kala itu. Meski perjuangan untuk mempertahankan perusahaan sudah dilakukan semaksimal mungkin.

Namun, tidak semua hal itu terjadi. Nyatanya, PT Siskem Aneka Indonesia (Siskem) – perusahaan kimia – justru berdiri saat hantaman krisis melanda berat tepat pada 15 September 1998 di Bekasi. Tentu saja, berdirinya perusahaan digawangi oleh orang-orang yang mengerti tentang kondisi saat itu baik secara bisnis dan teknisnya. Maklum, perusahaan yang berlatarbelakang teknologi berbeda dengan perusahaan lainnya. Founder sekaligus Komisaris Siskem, Syauki, mengatakan bahwa keahlian mendalam dan pengalaman yang panjang menjadi keunggulan perusahaannya saat itu.

“Perusahaan kami kini telah terkenal dengan konsentrasinya di bidang pengolahan air, pengolahan air limbah dan teknologi kimia proses industri,” ujarnya saat di Institut Teknologi Surabaya (ITS) dalam acara Mandiri Young Technopreneur, Surabaya (Rabu,12/11).

Ia melanjutkan, berkembangnya perusahaan saat ini tidak bisa dilepaskan dari inovasi-inovasi yang tercipta. Dirinya pun mengklaim bahwa kemampuan perusahaannya menciptakan inovasi sudah terbukti. Hal ini karena dirinya menilai para tim peneliti di perusahaannya sudah memiliki pengalaman yang cukup matang baik dari sisi pengetahuan dan di lapangan.

“Kami sudah terbiasa menanggapi tantangan pelanggan-pelangan yang unik,” singkatnya. Di sisi lain, Siskem telah menetapkan program strategis untuk mengembangkan produk yang baik terhadap lingkungan, menyediakan tambah nilai dan membawa penghematan biaya. Produk baru akan terus dikembangkan untuk kimia dan sistem pengolahan air.