Teknopreneur.com – Pemprov DKI Jakarta telah melakukan kerja sama dengan aplikasi navigasi google waze. Dengan kerjasama itu, Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengimbau pegawai negeri sipil (PNS) DKI untuk meng-install aplikasi Google Waze di telepon seluler mereka.Kerja sama yang telah dilakukan sejak 9 September lalu ini, terkait dengan transfer data yang dimiliki Dinas Perhubungan DKI dengan Google Waze. Selain Jakarta, ada 9 kota lainnya di dunia, yang bisa saling bertukar informasi. Kota-kota tersebut yaitu Rio de Janeiro, Barcelona, Tel Aviv, San Jose (Costa Rica), Boston, Los Angeles, New York, Utah, dan Florida.

Google waze di klaim menjadi solusi menangani kemacetan Jakarta karena Dishub DKI tidak perlu membangun ITS (intelligent traffic system) hingga menghabiskan (anggaran) triliunan rupiah. Padahal menurut Ahok, kita tinggal download applikasi google waze secara gratis. Salah satu data yang akan diberikan kepada Google Waze adalah data kecepatan kendaraan yang melaju di jalan. Juga informasi dari masyarakat tentang kemacetan lalu lintas yang bisa di share kepada Pemprov DKI melalui Google Waze.
Sebelumnya pembangunan ITS digagas oleh mantan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo. ITS dinilai memiliki banyak manfaat untuk mengantisipasi kemacetan Jakarta, seperti menginformasikan kedatangan bus transjakarta.

ITS memiliki tiga sub-sistem yakni BTS (bus tracking system), ATCS (area tracking control system), dan TIS (traffic information system). Pada BTS, ada sistem pelacak bus transjakarta, berupa satelit yang bisa membaca GPS yang terpasang di setiap bus transjakarta. Info mengenai transjakarta akan terlihat di layar LCD selter transjakarta dan penumpang mengetahui kedatangan bus real time. ATCS berfungsi untuk mengatur arus lalu lintas di jalan Ibu Kota, termasuk pengaturan lampu lalu lintas.
Sementara, TIS berfungsi untuk memberi petunjuk kepada pengguna jalan jika ada kecelakaan, pohon tumbang, dan memonitor kepadatan arus lalu lintas.
Kita tunggu saja, apakah google waze mampu mengatasi kemacetan di Jakarta? (FJ)