Teknopreneur.com – Industri e-commerce memang saat ini tumbuh pesat, namun masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan agar industri ini semakin moncer. Apa itu? Payment gateway. Ya, payment gateway memang saat ini masih menjadi kendala saat melakukan transaksi online. Rata-rata dari pengguna e-commerce masih melakukan transaksinya secara tradisional. Tradisional dalam hal ini adalah transfer antarbank.

Hal ini berdasarkan data dari DailySocial dan Veritrans pada bulan Agustus tahun 2012 lalu. Dalam hasil surveinya itu, ada lima komponen metode pembayaran yang biasa digunakan yakni transfer bank, Klik BCA, kartu kredit, Cash on Delivery (CoD), dan Mandiri internet. Dari kelima komponen itu, ternyata masih didominasi menggunakan transfer bank dengan prosentase 70%, disusul Klik BCA 40%, kartu kredit 30%, CoD 24%, dan terakhir Mandiri internet 15%.

Jumlah metode pembayaran yang didominasi melalui transfer bank itu pun tak disangkal oleh Chief Operating Officer PT Valadoo Indonesia (Valadoo), Aris Suryamas. Menurutnya, di perusahaan online travel agent (OTA) yang digawanginya itu juga lebih dari 70% menggunakan transfer bank. “Sisanya tersebar menggunakan kartu kredit dan internet banking,” katanya saat dihubungi teknopreneur.com.

Ia menegaskan hal itu terjadi karena belum adanya platform pembayaran yang betul-betul bisa memenuhi kebutuhan seluruh konsumennya secara online. Maklum, berbagai platform payment gateway memiliki keunggulan masing-masing. “Kalau ada yang bisa menyatukan itu semua, saya rasa lebih efisien dan praktis bagi konsumen dan pedagang itu sendiri,” ujarnya. Valadoo sendiri saat ini menggunakan empat payment gateway di antaranya Jatis, Doku, E2Pay, dan Mandiri ClickPay. Maka, potensi payment gateway yang mampu menjadikan praktis pedagang dan konsumen, masih terbuka lebar. Berminat?