Teknopreneur.com- Pamor layanan kesehatan digital (e-health) juga terjadi di Indonesia. Ini merupakan dampak reformasi di bidang kesehatan yang terjadi di dunia, dan akhirnya berdampak pada meningkatnya pengeluaran di bidang TI.

Frost & Sullivan memprediksi belanja kesehatan di Asia Pasifik akan meningkat dua kali lipat dalam enam tahun ke depan dengan China, Jepang, dan India sebagai penyumbang terbesar. Dalam laporannya Frost & Sullivan memprediksi belanja kesehatan di Indonesia dapat mencapai US$60.6 miliar di tahun 2018, tumbuh 14.9% CAGR selama periode 2012-2018.

“Belanja kesehatan akan terus tumbuh seiring dengan meningkatnya permintaan pasien untuk mendapatkan layanan kesehatan yang lebih baik. Hal ini akan berujung pada terjadinya reformasi sektor kesehatan di Asia Pasifik,” ungkap Hannah Nawi, Associate Director, Healthcare Practice, Asia Pacific, Frost & Sullivan.

Senada dengan Hannah, Nitin Dixit, Senior Industry Analyst, Healthcare, Frost & Sullivan, mengatakan bahwa langkah selanjutnya yang harus diambil adalah mewujudkan visi pemanfaatan teknologi guna mendorong peningkatan layanan kesehatan, dimana target implementasi dari sistem informasi kesehatan di tingkat provinsi  mencapai 100% dan 60% untuk daerah pedesaan/perkotaan di tahun 2014.

Pemanfaatan teknologi ini akan mendukung proses pemerataan layanan kesehatan di seluruh nusantara, karena saat ini sebagian besar spesialis layanan kesehatan hanya tersedia di kota-kota besar dan jarak yang harus ditempuh untuk menjangkau layanan tersebut cukup jauh.

Niti menggambarkan, meningkatnya penggunaan sistem telemedika untuk konsultasi melalui video dan diagnosa jarak jauh, serta penggunaan internet sebagai sarana konsultasi kesehatan dengan dokter lokal tanpa harus datang langsung ke klinik merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan.

“Hal tersebut menunjukkan bahwa proses untuk mewujudkan sektor kesehatan yang berdasar pada informasi (information-based) niscaya akan segera tercapai dan pada akhirnya akan mendorong proses modernisasi sektor kesehatan di Indonesia, ” tutup Nitin.