Teknopreneur.com – Menurut General Head of Indonesia Association of Urban and Regional Planners (IAP), Bernadus Djonoputro menyatakan, “Hampir 70% populasi Indonesia tinggal di kawasan urban atau perkotaan, seperti Jakarta dengan populasi 27,6 juta menjadikan transportasi massal sangat dibutuhkan.”

Ia juga menyatakan, tidak semua transportasi massal tersebut menjadi alternatif, artinya perlu adanya pilihan teknologi yang tepat. Bernadus mencontohkan, seperti Bogota yang lebih memilih tramp untuk alat transportasi massalnya, sedangakan Guang zhou memilih transportasi kereta bawah tanah (subway).

“Di mana itu semua sesuai dengan permintaan konsumen, artinya transportasi massal membutuhkan teknologi yang tepat guna dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Akan tetapi, banyak kendala untuk pengadaan transportasi massal tersebut, setelah teknologi dipilih ternyata fiskal capacity pemerintah tidak mencukupi sehingga terbentur dalam pembangunan infrastruktur, regulasi, dan lainnya,”terangnya.

Ia juga menerangakan, pembangunan infrastruktur tersebut perlu perencanaan jangka panjang, seperti 10 hingga 50 tahun lagi masih dapat digunakan. “Ini semua bukanlah menjadi tugas pemerintah saja melainkan pada pihak swasta juga seharusnya turut serta dalam pembangunan infrastruktur transportasi yang berbasis teknologi tersebut, “tutupnya. (FJ)

Reporter: Agung

Foto: Jakartakita.com