Teknopreneur. com – Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil mengatakan pertumbuhan ekonomi di Indonesia jauh dari target yang awalnya ingin mencapai angka 5,5% justru hanya 5,01%. Penyebabnya karena pertumbuhan ekonomi global yang memang melemah, khususnya di Tiongkok dan Jepang. Ditambah lagi dengan dua harga komoditas seperti minyak sawit mentah dan kakao memang melemah sejak tahun 2013.

Namun dengan melemahnya pertumbuhan ekonomi justru dijawab optimis oleh wakil presiden Jusuf Kalla. Minimnya infrastruktur justru akan lebih memacu pertumbuhan ekonomi kita. Lihat saja dengan infrastruktur yang minim pertumbuhan ekonomi justru bisa mencapai 5,01% apalagi jika infrastruktur satu persatu dibangun. Beda halnya dengan negara maju, mereka justru sulit tumbuh karena infrastruktur mereka sudah sempurna apalagi yang mesti dibangun.

JK justru tambah optimis tingkat pertumbuhan ekonomi bisa mencapai angka 7% apabila memang disesuaikan dengan rencana. Kebutuhan infrastruktur Indonesia yang memang harus dijalani misalnya kebutuhan listrik yang saat ini baru mencapai 3500 Watt padahal yang dibutuhkan 5000 Watt.

Kita tak bisa hanya mengandalkan pemerintah untuk listrik. Harus bagi-bagi kerjanya, dan idealnya pembagiannya tersebut 1/3 pemerintah 2/3  swasta. Dan pemerintah pun tak perlu takut untuk melakukan perizinan perluasan lahan untuk kebutuhan listrik.  Karena tahun depan akan keluar UU pembebasan lahan untuk publik. Jadi bisa dengan mudah melakukan perizinan listrik dengan begitu satu masalah tentang infrastruktur listrik bisa teratasi.