Teknopreneur.com – Kebanyakan website yang ada diseluruh dunia menggunakan jasa Drupal untuk mengelola konten situs miliknya, mulai dari gambar, teks, maupun video. Seperti yang dikutip dari BBC News,tim IT Security Drupal mengumumkan pada 15 Oktober lalu, “Para pengguna diharuskan melakukan pembaharuan web-nya untuk menghindari bug. Dikarenakan  situs mereka telah disusupi oleh tamu tidak dikenal.”

Kemudian tim menambahkan, pembaharuan tersebut bukan berarti menutup seluruh pintu agar tidak dimasuki lagi oleh para hacker. Untuk itu, tim Drupal sedang melakukan penyelidikan apakah sang hacker berhasil mengambil data milik penggunanya.

Sementara menurut seorang analis dari perusahaan keamanan Amerika ,Sophos, Mark Stockley mengatakan,“Peringatan tersebut mengejutkan.” Ia menambahkan, Bug dalam Drupal versi 7 menempatkan posisi yang istimewa bagi si hacker.

“Mereka dapat memperoleh akses untuk megendalikan server dengan menanam benih melalui sebuah program malware di situs yang ia tuju,” jelasnya. Ia memperkirakan bahwa hampir 5,1% web atau situs yang menggunakan jasa Drupal versi 7, artinya ada sekitar 12juta website yang membutuhkan patch untuk melakukan pembaharuan.

Mark menyatakan,“Seharusnya, Drupal tidak perlu lagi mengandalkan pengguna untuk menerapkan Patch tersebut.” Ia menjelaskan, bahwa banyak pengguna yang tidak mendapatkan peringatan tersebut, sehingga Drupal harus menyediakan program yang bisa melakukan update secara otomatis.