Teknopreneur.com– Hampir semua kabupaten dan kota di Indonesia sedang berlomba-lomba menyelenggarakan Good Governance, tak terkecuali Pekalongan. Namun tak berhenti hanya disitu, Walikota Pekalongan berkerjasama dengan Dewan TIK Nasional/tim MBKI (Meaningful Broadband Kabupaten/Kota Initiative) mendesain MoU terkait project utilisasi broadband di Kota yang juga dikenal sebagai kota batik ini, demi menuju reformasi birokrasi yang direalisasikan dengan memanfaatkan teknologi. 

Kerjasama ini  merupakan inisiatif Dewan TIK Nasional  yang diketuai oleh Dr.Ing Ilham Habibie, yang diawali dengan melaksanakan riset dan feasibilty study oleh tim MBKI yang terdiri dari Nano Estananto (IDST Habibi Center), Profesor Craig Warren Smith (Digital Divide Institute) dan Adie Marzuki (Teknopreneur).

Ada banyak hal yang akan dilakukan Sekretariat MBKI untuk menjadikan Kota Pekalongan sebagai model pelopor, antara lain adalah dengan pemanfaatan TIK secara maksimal untuk mendukung kemajuan pembangunan di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan dan budaya, melalui proyek-proyek diluar dari program kabupaten yang sudah ada. Ekosistem TIK yang akan dibangun ini akan mengacu ke lima dimensi, yaitu teknologi, kebijakan publik, manajemen, keuangan, dan etika.

Selain itu, rencana masa depan Pekalongan dalam bidang sosio ekonomi dan lingkungan akan dikembangkan dengan acuan dua sekenario. Skenario pertama didasarkan pada kelanjutan faktor-faktor yang ada saat ini, dan skenario kedua berdasarkan konsep “meaningful broadband” ekosistem, di mana semua dimensi TIK ditingkatkan dan diintegrasikan untuk mencapai dampak yang optimal, yang akan dirasakan dampaknya secara makro.

Setelah itu, unsur-unsur dalam ekosistem seperti antara lain bisnis domestik, pasar internasional dan investor, akan dikondisikan dalam sebuah sistem yang mendukung tumbuhnya teknopreneurship lokal dan pengembangan UKM  di beberapa sektor kunci, terutama yang menjadi keunggulan atau potensi daerah. Dalam mencapai hal tersebut, peran pemerintah Pekalongan adalah menjadi model dalam program skala nasional, dimana Kota Pekalongan akan berperan sebagai “thought leader” dan model untuk pembangunan ekosistem yang disebut Meaningful Broadband tersebut.