Teknopreneur. com – Laporan Asean Internet speed 2014 mencatat bahwa  kecepatan Internet di Indonesia kalah jauh dengan negara tetangga. Kecepatannya hanya 4.1 Mbps kalah jauh dengan Malaysia 5.5 dan Vietnam 14.1 Mbps apalagi Singapura sudah jauh melesat 61.0 Mbps. Indonesia masih setara dengan Laos yang kecepatannya baru 4.0 Mbps.

Hal tersebut sangat disayangkan oleh Budi Rahardjo, Pakar IT mengingat internet saat ini bukan jadi kepentingan namun sudah menjadi suatu kebutuhan. Apalagi Indonesia kini sedang menuju ke arah Smart City, dengan kecepatan internet seperti ini agak sulit untuk mewujudkannya.

Mungkin kota seperti Banyuwangi, Bandung, Pekalongan atau Jakarta bisa mewujudkannya namun bagaimana dengan kota-kota di timur Indonesia  sana yang jangankan internet , listrik saja belum masuk kesana. Meski ada yang diubah, Indonesia tidak boleh bergantung dengan negara luar dengan infrastruktur-infrastruktur dari luar

Selain itu operator juga berperan dalam meningkatkan konektivitas yang ada, seperti Indosat yang meluncurkan layanan pintar, seperti My Apps-Application Marketlace yang merupakan aplikasi bisnis berbasis cloud. Wan Optimixer yang merupakan layanan yang berfungsi untuk mengoptimalkan badwith jaringan antar cabang sehingga kinerja aplikasi dan lalu-lintas data tetap tinggi. Dan yang terakhir M2M platform yang merupakan layanan yang bisa mengelola seluruh perangkayt/mesin atau asset dalam satu sistem aplikasi. Bukan hanya itu pemerintah  pun punya andil dalam membrantas internet lelet dengan  membuat berkerjasama dengan operator dan Palapa Ring.