Teknopreneur.com – Potensi industri kreatif sektor animasi dan komik di Indonesia terus berkembang seiring dengan peningkatan kualitas pelaku dan teknologi yang tersedia. Sebagai gambaran, dari acara Popcon Asia 2014 yang diselenggarakan medio September lalu saja berhasil dibukukan perputaran uang sebesar Rp15 miliar.

Hal ini sejalan dengan apa yang disebut sebagai kegiatan pokok dalam program Pengembangan Ekonomi Kreatif Berbasis Media tahun 2012-2014 terkait dengan animasi dan komik. Yang menyebutkan adanya program peningkatan kualitas dan kuantitas konten animasi dan komik, pengembangan pasar animasi dan komik di dalam dan luar negeri, pengembangan dan pemberdayaan sumber daya insani, serta penguatan tata kelola industri animasi dan komik.

Potensi ini pula yang dilihat oleh PT Datascrip. Sebagai distributor resmi perangkat digital imaging yang terkait dengan industri komik dan animasi, Datascript menggelar Wacom Datascrip Comic Competition. Lomba yang digawangi juri para komikus profesional seperti Is Yuniarto , Sweta Kartika, Sheila Rooswitha , Gita Juwita dan Rendy Burhan ini menarik minat peserta dari kalangan SMP,SMA, dan Mahasiswa.

“Antusiasme yang tinggi dari para pelajar dan mahasiswa untuk mengikuti Wacom Datascrip Comic Competition menunjukkan ada banyak bakat muda yang potensial di dalam negeri. Kami berharap ajang seperti ini dapat memperkaya pengalaman dan semakin mengasah kreativitas mereka, serta membuka peluang untuk berkarya secara profesional. Bukan hanya di tingkat nasional melainkan juga internasional,” ungkap Jeremy Hermanto, Division Manager PT Datascrip.

Sementara Sweta Kartika melihat kualitas karya pasa peserta bisa menjadi potensi besar bangkitnya industri komik Indonesia “ Mereka cukup mapan dalam penggarapannya, baik dari segi gambar maupun penceritaan. Jika bakat-bakat ini terus diasah lagi dengan menanamkan unsur-unsur lokal, maka dalam 3-4 tahun, komik Indonesia bisa kembali menunjukkan taringnya,” ujarnya.

Semoga saja pemerintahan baru kita serius mendukung tumbuh kembangnya industri komik dan animasi sebagaimana Korea Selatan yang begitu mendukung industri kreatifnya, sampai-sampai pemerintah berani mengongkosi biaya perjalanan investor yang berniat membeli produk animasi buatan Dalam negeri.