Teknopreneur.com – Teknologi semakin canggih, tak terkecuali dalam bidang fotografi. Canon bersama Pt Datascript terus mengembangkan teknologi melukis dengan cahaya ini. Dalam persaingan pasar yang semakin ketat ternyata Canon tetap banyak peminatnya terlihat saat diadakannya lomba Canon PhotoMarathon Indonesia 2014 yang berlangsung di Plaza Selatan, Gelora Bung Karno Senayan lebih dari 2.000 peserta ikut ambil bagian dalam ajang kompetisi paling bergengsi dan terbesar di Indonesia dan Asia ini.

Mereka bukan hanya memperebutkan ratusan juta rupiah klinik fotografi ke Lombok dan Jepang namun juga memperebutkan kamera Canon 70D yang memiliki image sensor 20 MP dengan prosesor DIGIC 5+ yang cepat, sehingga bisa menghasilkan foto hanya dalam waktu 7 foto per detik. Kamera ini pun memiliki sistem 19 titik autofokus untuk yang cepat cocok untuk foto aksi, satwa dan olahraga.

70D juga merupakan kamera pertama yang memiliki teknologi Dual Pixel Autofokus, yang memungkinkan kecepatan autofokus yang cepat dan tidak perlu mencari fokus bolak-balik komposisi di layar monitor kamera dan saat merekam video. Layar 70D juga sudah touchscreen, sehingga fleksibel untuk memotret dengan sudut yang tidak biasa (low dan high angle).

Canon EOS 70D memang dirancang untuk fotografer serius atau semi-pro, dari fisiknya terlihat agak besar, dipenuhi oleh tombol-tombol, roda kendali dan tuas untuk memudahkan dan mempercepat untuk mengganti setting di lapangan. Juga ada layar LCD tambahan di bagian atas kamera untuk memudahkan melihat setting dan menghemat baterai.

Wajar saja jika Canon tetap menjadi idola oleh ribuan fotografer tanah air padahal jika dilihat dalam persaingan bisnis Canon, bukanlah satu-satunya perusahaan yang mengeluarkan kamera. Strategi canon sendiri untuk tetap bertahan dalam persaingan pasar yang ketat ini bukan hanya dalam meluncurkan produk-produk unggulan namun juga membagi ilmu fotografi kepada para fotografer tanah air, kata Merry Harun,Direktur Divisi Canon, pt Datascrip.