Teknopreneur.com – Pasar tradisional pada dasarnya memiliki peranan yang sangat strategis dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi di pedesaan dan perkotaan. Karena keberadaan pasar tradisional masih dibutuhkan oleh masyarakat lokal dan masyarakat yang berkunjung di suatu daerah tertentu. Namun apa jadinya apabila pasar tradisional ini belum ditata dengan baik, seperti layaknya pasar modern dan maju. Terkesan pasar tradisional selalu identik dengan bau, kotor, dan semrawut terkesan tidak terurus dengan baik.

Maka dari itulah seorang staf dosen di Sekolah Tinggi teknologi Cirebon menuangkan karya ilmiahnya dalam e-journal yang berjudul Upaya Penataan Bangunan Pasar Tradisional. Dalam penjelasannya, Ir BudiTjahjono, MT menjelaskan ke Teknopreneur hari ini Senin (27/10/2014) bahwa, “Journal ini pernah dimuat dalam proseding seminar ruang publik perkotaan tingkat nasional penyelenggara UNDIP Semarang.” katanya.

Mengenai pasar-pasar tradisional lain yang ada di kota Cirebon ia berpendapat, “Masih belum ideal, kesan pasar tradisional di kota cirebon teridentifikasi memberikan citra kawasan perkotaan yang kotor ,bau, macet dan semrawut. Makalah ini bisa diterapkan dengan menganalisa situasi kawasan disekitar pasar sesuai lingkungan dan lokasinya.” jelasnya.

Lebih lanjut ia yakin bahwa journalnya ini dapat diterapkan terutama pasar-pasar tradisional yang lokasinya ditengah kota, memiliki nilai sejarah dan keberadaannya masih dibutuhkan oleh lingkungan masyarakat sekitarnya.

Ia mencontohkan pasar tradisional khususnya pasar pagi yang pada awalnya merupakan pasar lingkungan,letaknya menghadap ke jalan Siliwangi yang merupakan jalan utama pusat kota Cirebon. Saat ini jalan Siliwangi berkembang pesat menjadi kawasan CBD, hal ini ditandai dengan tumbuhnya bangunan shoping mall/pertokoan, hotel kota, dan kantor-kantor bank,hal yang menarik saat ini adalah pasar pagi sebagai pasar tradisional harus menyesuaikan berkembangnya kawasan sehingga diperlukan upaya optimalisasi fungsi yang selaras dengan perkembangan kawasan.

Ia ingin mengetengahkan peranan/keberadaan pasar tradisional yang berada dipusat kota yang masih dibutuhkan masyarakat dan lingkungannya ditengah berkembangnya pasar-pasar modern dan sebagai implikasi dari kepadatan dan harga tanah yang tinggi sehingga terjadi linkage dan sirkulasi yang baik dalam rangka menuju kualitas kota yang baik.

Sementara itu ketika ditanya mengenai konsep Cirebon Smart City, ia menyarankan hal tersebut harus terus dikembangkan dan disosialisasikan pada masyarakat  khususnya di dunia pendidikan sehingga pemikiran-pemikiran yang baik dapat menginspirasi masyarakat luas khususnya masyarakat kota Cirebon.

Perkembangan toko online pun hingga saat ini, menurutnya tidak akan berpengaruh pada pasar tradisional karena kehadiran pasar tradisional masih dibutuhkan masyarakat,hal ini disebabkan karena masyarakat indonesia sebagian besar masih berlatar belakang kehidupan tradisional, dimana aktivitas jual beli menyukai tawar menawar dan pasar tradisional adalah suatu bentuk aktivitas perdagangan yang unik dimana ia dapat melayani kebutuhan dari segala macam lapisan masyarakat.

Terkahir, ia pun berharap agar ada revitalisasi terhadap beberapa pasar tradisional di kota Cirebon, karena Cirebon sesungguhnya mempunyai kota lama yang memiliki nilai-nilai sejarah dikota lamanya, perlu segera mengupayakan revitalisasi kota lamanya sehingga dapat meningkatkan vitalitas kota lamanya cara-cara yang dilakukan aantara lain:

  1. Penataan elemen daya tarik fisik,aksesibilitas /tautan serta kenyamanan visual dan lingkungan,elemen daya tarik fisik merupakan generator kawasan yang diharapkan dapat membangkitkan vitalitas. Elemen daya tarik dapat berupa tempat (place) atau sesuatu yang unik /berkarakter (spirit of place). Place yang dimaksud disini adalah tempat yang dapat dikenali karakter, spirit dan identitasnya.
  2. Membentuk ruang terbuka yang memiliki makna (sense of place) merupakan proses yang melibatkan pengguna,perancang dan pengelola. Sebagai contoh dipusat kota (kota lama), dalam sejarah nama jalan Pasuketan dahulu disekitar jalan tersebut ada ruang terbuka hijau dimana lapangan tersebut tempat kuda merumput/sesuketan tapi entah kenapa ruang terbuka hijau namun sekarang sudah tidak ada.