Dihantamnya Xiaomi diberbagai negara termasuk isu yang hangat di India, dibantah oleh Xiaomi. Bantahan ini pun dikemukakan oleh juru bicara Xiaomi. Kata juru bicara Xiaomi, aktivitas transfer data yang dianggap mencurigakan itu hanyalah bagian dari layanan cloud, sehingga ponsel mereka tentu saja bisa mengirim sejumlah data ke pusat komputer mereka di China.

Ini bukan kali pertama vendor asal China dituding. Di Taiwan pun demikian. Seperti yang dikutip dari India Today (24/14), Rentetan kasus itu, Xiaomi bersedia mematuhi aturan pemerintah setempat dengan memulai proses memindahkan data konsumen dan platform internetnya ke server mereka yang berlokasi di luar China. Vice President Hugo Barra juga menyebutkan, Xiaomi baru memidahkan platform e-commerce untuk pengguna global dari Beijing ke data center Amazon di California dan Singapura.

Angkatan Udara India (Indian Air Force/IAF), meminta seluruh pegawai dan anggota keluarga mereka agar tidak menggunakan gadget besutan Xiaomi. IAF beralasan, perangkat Xiaomi mengirim balik data pengguna ke server mereka di China. Xiaomi juga diketahui mengirim data ke sebuah lembaga dan melaporkan informasi yang didapat ke kementerian informasi industri China.

“F Secure, sebuah perusahaan terdepan dalam solusi sekuriti, belum lama ini menguji coba Xiaomi Redmi 1S, dan menemukan bahwa ponsel ini mengirim nama operator, nomor telepon, IMEI, buku alamat dan pesan teks ke Beijing,” kata IAF.