Teknopreneur.com – Suatu perusahaan toko pakaian berbasis teknologi yang menjalankan bisnisnya dengan metode baru untuk promosi kepada calon konsumennya. Perusahaan menampilkan barang dagangannya ke dalam sebuah situs atau website yang memungkinkan calon pembeli untuk ‘mencoba’ pakaian secara online. Perusahaan asal Inggris tersebut dibantu dari segi pendanaan sekitar 7,5 juga euro dari pengusaha asal Hong Kong untuk memperluas usaha mereka.

Dalam portal online tersebut, mereka menggunakan sistem Metail yang memungkinkan pengguna untuk membuat versi online dari diri mereka yang cocok secara pengukuran nyata. Setelah nampak bentuk virtual diri mereka, atau yang biasa dikenal avatar. Kemudian mereka dapat menggunakannya untuk mencoba pakaian yang dijual di toko online fashion tersebut.

Pendiri perusahaan tersebut bernama Tom Adeyoola mengatakan bahwa, “Kami meluncurkan ini di Inggris sejak tahun 2008 lalu dan semua bisnis pakaian UK saat itu. Itu sebabnya kami telah ditarik ke bagian pemasaran, dimana mereka tidak memiliki masalah dan mereka mempunyai bakat tepat untuk memahami teknologi.” katanya.

“Sekarang kita mulai untuk melihat di sektor bisnis Inggris bisnis. Mencoba mencari cara-cara baru untuk tumbuh di bisnis online.” lanjutnya.

Nilai keuntungan online menurut Adeyoola bahwa, “Menggunakan sistem ini berarti bahwa lebih sedikit pakaian dikembalikan karena ukuran yang harus akurat. Selain itu, pengecer online mendapatkan informasi yang berharga pada ukuran dan selera pelanggan mereka.” bebernya.

Adeyoola melanjutkan lagi: “Hampir 30 persen dari pembeli di rumah Holland menggunakan teknologi, mereka menghabiskan empat kali seperti yang lama di situs, kemudian mereka membeli lebih banyak. Mereka kembali kurang karena mereka membeli hal yang benar untuk ukuran atau bentuk mereka.” tandasnya.

Saat ini biaya pengecer untuk setiap item sekitar 10 euro dalam baris fashion mereka dan mereka ingin pelanggan mampu ‘mencoba’ di Metail.