Sudah menjadi rahasia umum jika Lenovo ngebet ingin mencaplok BlackBerry di dua tahun silam. Hal ini disampaikan sendiri oleh bos besar Lenovo, Wong Wai Ming. Namun, keinginannya itu rasanya baru angan-angan semata Lenovo saja. Pasalnya, meski dewan direksi BlackBery memberikan sinyal perusahaan asal Kanada itu ingin dijual, tapi entah sepertinya BlackBerry belum rela diambil alih Lenovo. Isu yang lama itu pun tiba-tiba muncul ke permukaan lagi. Situs Bezinga yang dikutip dari detik.com mengabarkan demikian.

Diakui Bezinga di tulisannya itu berasal dari keterangan yang betul-betul bisa dipertanggung jawabkan yang didapatkannya dari orang dalam Lenovo. Benarkah?
Konon kabarnya, niatan Lenovo sudah pada tahap kesepakatan soal harga per lembar saham yang akan rampung dalam minggu ini. Vendor China itu menawarkan dengan harga USD 15 per saham, lalu kemudian BlackBerry menawarkan USD 18 per lembarnya. Rumor ini pun semakin mencuat, namun sayangnya kedua belah pihak tetap bungkam untuk soal ini.

Meski begitu, dikutip dari portal berita cbc.ca, penawaran harga itu sepertinya kemungkinan besar akan disetujui oleh kedua pihak. Bob O’Donnell, Kepala Analis dari TECHnalysis Research pun sependapat dengan hal itu. Menurutnya, jika aksi korporasi Lenovo benar, maka bisa dipastikan perusahaan yang digawangi Wong Wai Ming serius ingin menjadi pemain yang diperhitungkan di seluruh dunia.

Lenovo, kata O’Donnell, sudah memiliki pangsa pasar smartphone di Asia yang kuat, tapi dengan strategi pembelian seluruh atau sebagian dari BlackBerry akan memberi energi baru dan market lebih besar lagi. “Mereka pemain besar dalam ponsel di Cina dan Asia Tenggara,” katanya. “Membeli QNX dan BlackBerry akan menjadi peluang besar bagi mereka,” lanjutnya. Bila akuisisi ini terjadi, maka Lenovo semakin memperkuat diri di pasar smartphone. Apalagi, awal tahun ini Lenovo sudah memiliki sebagian besar kepemilikan Motorola dari Google.