Beberapa waktu yang lalu, Telkomsel merilis layanan 3G di perbatasan Indonesia dan Papua Nugini. Layanan baru Telkomsel ini diklaim merupakan layanan 3G pertama di daerah tersebut. Lalu, apakah ini menguntungkan bagi Telkomsel?

Ketua Asosiasi Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI), Alexander Rusli menilai langkah ini merupakan langkah yang bagus dilakukan oleh Telkomsel. Persoalan untung atau tidaknya, kata dia, yang jelas semakin besar operator semakin besar juga leverage yang dimiliki operator tersebut terhadap vendor. “Yang diharapkan adalah Telkomsel dapat gunakan leverage itu untuk mendapatkan harga termurah sehingga tidak merugi. Namun, setidaknya dengan coverage yang luas dapat melakukan sedikit cross subsidi,” ujarnya saat dihubungi Teknopreneur.com.

Meskipun demikian, langkah Telkomsel itu tidak tanpa risiko. Rusli melanjutkan, risiko yang paling besar di daerah perbatasan adalah masalah power dan kehilangan peralatan. “Memang risikonya itu seperti itu, jadi saya kira dengan risiko itu Telkomsel sudah matang memikirkan hal itu,” jelasnya.

Aksi korporasi yang dilakukan Telkomsel, bukan kali pertama. Ini pernah dilakukannya di perbatasan Indonesia dan Papua Nugini melalui ketersediaan layanan 2G pada 17 Oktober 2005.Bahkan di daerah sana, Telkomsel memiliki 3 BTS (2 BTS 2G dan 1 BTS 3G) yang mampu meliputi kampung Skow, Wutung dan Perbatasan.

“Kami juga berharap ketersediaan layanan 3G di perbatasan ini juga akan semakin menunjang berbagai kegiatan operasional rekan TNI yang bertugas di garda terdepan dalam menjaga keutuhan negara dan sekaligus mempermudah komunikasi mereka dengan keluarganya di berbagai lokasi di seluruh Indonesia,” ungkap Direktur Network Telkomsel, Abdus Somad.

Hingga September 2014, Telkomsel telah membangun lebih dari 670 BTS di wilayah Papua – Maluku dan berencana untuk terus menambah pembangunan hingga Desember 2014. Adapun hingga September 2014 Telkomsel memiliki lebih dari 4 juta pelanggan di wilayah Papua dan Maluku (tumbuh sekitar 14% dibandingkan September 2013), dimana 1,3 juta pelanggan berada di wilayah Jayapura.