Pembangunan pitalebar difokuskan untuk mendukung lima sektor prioritas yakni; e-pemerintah, e-kesehatan, e-pendidikan, e-logistik, dan e-pengadaan. Namun, Kepala Bappenas, Armida S. Alisjahabana mengharapkan agar pemerintah mendatang memprioritaskan di sektor pendidikan. Hal ini, kata Armida, pendidikan adalah pondasi bagi intelektualitas bangsa.

“Saya mengharapkan agar pemerintahan mendatang bisa memprioritaskan pendidikan untuk terjamah ranah TI,” ungkapnya.

Armida melanjutkan, nantinya, RPI diharapkan pemanfaatannya di sektor pendidikan usia dini di sekolah-sekolah. Bahkan jika memungkinkan pemanfaatannya bisa seluas mungkin. Tidak hanya sekolah unggulan, tapi juga bagaimana di sekolah-sekolah perlu sarana dan prasarana pendukungnya.

Harapan Armida, disetujui oleh Direktur Utama PT Telekom Indonesia (persero) Tbk. Arief Yahya. Saat ini, kata dia, rata-rata ada 300 ribu sekolah baru terpasang 30 atau 40 ribu atau 10 persen. “Tahun 2015 minimal 100 ribu sekolah dari SD sampai SMA harus terpasang supaya tidak ada kesenjangan,” katanya. Berdasarkan data dari Forum Ekonomi Dunia tentang kesenjangan internet, Indonesia berada di peringkat 64, jauh tertinggal dengan Malaysia di peringkat 30, dan Singapura di peringkat 2.