Teknopreneur.com– Tepat satu bulan lamanya pasca Peraturan Presiden No. 96 tahun 2014 ditetapkan terkait rencana Pitalebar Indonesia sekaligus telah ditandatangani oleh presiden RI SBY, maka Bappenas meluncurkan Rencana Pitalebar Indonesia (RPI) 2014-2019.

Kepala Bappenas, Armida S. Alisjahabana mengatakan RPI ini bertujuan memberikan arah dan panduan strategis dalam percepatan dan perluasan pembangunan pitalebar yang komprehensif dan terintegrasi di wilayah Indonesia untuk lima tahun mendatang.

“Ini kami sangat harapkan pembangunan akses internet berkecepatan tinggi atau pitalebar nasional merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari strategi Indonesia untuk meningkatkan daya saing bangsa dan kualitas hidup masyarakat,” ungkapnya.

Pembangunan pitalebar difokuskan untuk mendukung lima sektor prioritas yakni; e-pemerintah, e-kesehatan, e-pendidikan, e-logistik, dan e-pengadaan. Pembangunan pitalebar ini, menelan biaya Rp 278 trilliun atau sekitar 0,46 % dari PDB. “Kontribusi APBN diperkirakan mencapai 10% dari total kebutuhan pendanaan,” katanya.