Teknopreneur.com- Terkait peluncuran rencana pembangunan pitalebar 2014-2019 yang dikeluarkan oleh Bappenas, kalangan industri merespon baik langkah ini. Ketua Asosiasi Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI), Alexander Rusli mengakui gagasan pemerintah merencanakan hal itu diakuinya merupakan kemajuan bagi industri telekomunikasi Indonesia. “Ini rencana yang luar biasa yang patut kita kawal sampai lima tahun mendatang,” katanya.

Dirinya mengakui bahwa saat ini dari segi bisnis potensi negeri ini luar biasa prospektif namun sayangnya, infrastrukturnya masih sangat lemah sehingga diperlukan aksi lebih jauh dari pemerintah. “Memang masih ada daerah-daerah Indonesia yang masih belum dikerjakan oleh kami (pebisnis – red). Meski itu merupakan potensi, tapi dari sisi bisnis masih kurang profitable untuk kami,” ujarnya.

Ia pun menilai bahwa tantangan ke depannya adalah adanya satu visi yang terjalin nantinya dari pemerintahan baru. “Ke depan memang kami harus memastikan visi yang sama dengan pemerintah mendatang agar sesuai dengan rencana pembangunan pitalebar ini,” tegasnya. “Maka dari itu, kami akan kawal rencana ini hingga lima tahun mendatang,” lanjutnya.

Pembangunan pitalebar difokuskan untuk mendukung lima sektor prioritas yakni; e-pemerintah, e-kesehatan, e-pendidikan, e-logistik, dan e-pengadaan. Pembangunan pitalebar ini, menelan biaya Rp 278 trilliun atau sekitar 0,46 % dari PDB. “Kontribusi APBN diperkirakan mencapai 10% dari total kebutuhan pendanaan,” kata Kepala Bappenas Armida S. Alisjahabana saat peluncuran Rencana Pitalebar Indonesia (RPI) 2014-2019 di Jakarta.