Teknopreneur.com – Tahun 2013 akses pita lebar Indonesia baru mencapai 15% untuk rumah tangga (1Mbps),30% gedung (100Mbps)dan 5% populasi. Untuk pita lebar akses bergerak juga sama masih rendah baru 12% populasi atau setara dengan 512 kbps.

Saat ini pemerintah yang terdiri dari Bappenas,Kementerian Perekonomian,Menkoinfo, Mastel,Kadin dan Detiknas sedang gencar untuk meningkatkan pita lebar Indonesia. Salah satu bentuk nyatanya dengan peluncuran Rencana Pita Lebar Indonesia (15/10) di Bappenas.

Dalam rencana tersebut di tahun 2009 atau diakhir tahun perencanaan prasarana perkotaan diharapkan pita lebar akses tetap di rumah tangga sudah mencapai 71% (20 Mbps), 100% gedung (1Gbps) dari 30% populasi. Sedangkan untuk akses pitalebar bergerak bisa mencapai 100% populasi (1Mbps).

Untuk perencanaan pedesaan  akses pita lebar tetap 49% rumah tangga (10Mbps), 100% gedung (1Gbps) dan 6% populasi. Sedangkan untuk pita lebar bergerak akan mencapai 52% populasi (1Mbps).

Armida Alisjhabana Menteri Perencana Pembangunan Daerah (PPN/Bappenas) mengharapkan dengan perencanaan perencanaan pita lebar ini bukan menjadi jurang pemisah antara kota dan desa atau antara orang kecil dengan orang kaya. Perencanaan ini justru diharapkan bisa memperkecil jurang tersebut karena jika broadband kita meningkat akan memacu pertumbuhan perekonomian di Indonesia.

Serupa dengan Armida,Ketua Dewan TIK nasional Ilham Habibi dalam datanya menyebutkan bahwa dengan adanya broadband maka pertumbuhan ekonomi dapat mencapai 7,38%-8,2% di tahun 2017.

“Tak hanya bidang ekonomi,dari bidang politik dan transportasi pun bisa meningkat dengan pembangunan pita lebar ini,”tambah Tifatul Sembiring Menkoinfo. Ia pun menerangkan bahwa untuk pembangunan pitalebar tahun 2014-2019 akan mencapai 278 triliun rupiah atau sekitar 0,46% dari PDB.
Tifatul yang sebentar lagi tak menjabat menjadi menkoinfo ini akan terus mengkawal perencanaan ini agar cepat terimplementasi.