Kedatangan Mark Zuckerberg memang menaruh perhatian seluruh masyarakat negeri ini. Harapan baru terciptanya akses internet yang lebih baik menjadi fokusnya. Tak ketinggalan teknologi ini juga digadang-gadang memberikan angin surga bagi peningkatan UKM. Namun, tak selamanya kerjasama itu menguntungkan. Mengapa?

Ketua Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel), Setyanto P. Santosa menilai kedatangan bos besar Facebook tak berbeda dengan perusahaan-perusahaan besar luar yang ingin membenamkan investasi tapi tidak dalam jangka panjang. Bahkan, cenderung hanya mengharapkan keuntungan semata. Ia berpendapat perusahaan sekelas Facebook semestinya membangun infrastruktur broadband.

“Seharusnya, Facebook itu bantu Indonesia untuk membangun infrastruktur broadband, jangan sepenuhnya dibebankan kepada telko atau operator . Sementara OTT memanfaatkannya tanpa menyumbang untuk membangun infrastruktur tersebut,” jelasnya. “Di sini lah fungsi pemerintah terlihat untuk memerintahkan hal itu,” lanjutnya.

Hal yang senada juga diungkapkan oleh Chairman KlikIndonesia.or.id, Henri Kasyfi Soemartono. Menurutnya bantuan kerjasama yang diberikan Facebook kepada Indonesia sangat baik. Namun, bila dipahami secara mendalam, ada kerugian yang signfikan bagi Indonesia. “Memang yang dilakukan Facebook ada baiknya. Tapi, jika kita mendalami lebih detail, kita akan tahu sebetulnya,” ujarnya. Dirinya pun menjelaskan bahwa pada dasarnya yang jadi permasalahan adalah data. “Banyak data yang beredar di luar negeri,” tukasnya. Ini, kata dia, ibarat minyak mentah yang diekspor kemudian diolah lalu diimpor dengan harga jauh lebih mahal.

“Facebook itu dalam tiga bulan pendapatan yang dia dapat dari negeri ini USD2 per user. Coba bayangkan jika 70 juta pengguna Facebook, maka USD 140 juta mengalir ke kantong perusahaan itu,” jelasnya. Meskipun demikian, bukan berarti dirinya tidak memperbolehkan perusahaan asing masuk, tapi yang dia inginkan adalah keadilan soal pajak. “Ini juga yang harus diperhatikan pemerintah selanjutnya agar kedaulatan digital tercipta,” tutupnya.

Foto: Kompas.com