Teknopreneur.com- Ada lebih dari dua puluh orangtua hadir dalam kegiatan Hibah Mandiri LexiPal  untuk Indigrow Child Development Center. Salah satunya adalah seorang Ibu bernama Citra (32 th). Ia sangat antusias menghadiri acara ini, ingin melihat aplikasi LexiPal yang dibuat oleh Nextin Indonesia. Citra yakin aplikasi ini dapat membantu masalah disleksia pada Alfa, anak semata wayangnya yang kini berusia lima tahun. Ia bahkan ingin segera memilik aplikasi ini.

Tiga tahun lalu, Citra mulai menyadari ada yang lain dalam diri Alfa. Ia kesulitan berbicara meski usia anaknya sudah dua tahun.

“Ngomongnya nggak beraturan,” ungkapnya.

Citra tak hanya diam, ia mengkonsultasi kondisi anaknya kepada beberapa dokter. Ada yang bilang Alfa menderita autisme. Namun Citra tak yakin, ia kemudian menemui Dr. Purboyo, Konsultan Neuropediatri dari Asosiasi Disleksia Indonesia. Darinya ia tahu bahwa Alfa terkena resiko disleksia. Enam bulan setelah mengikuti terapi, Alfa sudah mampu mengerti banyak suku kata.

“Sekarang udah bisa membedakan kanan dan kiri, huruf besar dan huruf kecil.”

Anak disleksia memiliki keterbatasan pada short term memory mereka, sehingga kesulitan dalam belajar seperti membaca, menulis, menentukan pola, termasuk mementukan arah. Keterbatasan yang di alami anak-anak disleksia ini tentu bukan menjadi sebuah alasan untuk terus belajar.

Nextin, memiliki solusi untuk hal ini. Tim yang dipimpin oleh Muhamad Risqi ini, mengembangkan aplikasi bernama Lexipal sejak setahun lalu. Indonesia boleh bangga karena ini merupakan aplikasi belajar bagi disleksia satu-satunya buatan Indonesia.

Aplikasi ini akan di launching bulan Desember mendatang dengan kisaran harga mulai dari 175.000 hingga 2.500.000 sesuai dengan paket yang dipilih. Ada paket home version (aplikasi berbasis web) untuk orang tua dan anaknya, serta therapist version (aplikasi desktop) untuk terapis dan guru.